Dampak Insomnia Terhadap Kesehatan Tubuh

Insomnia atau susah tidur diartikan sebagai persepsi atau keluhan atas berkurangnya waktu tidur dengan gejala-gejala sebagai berikut : kesulitan untuk tidur, terjaga dari tidur berulang kali dengan kesulitan untuk tidur kembali, terjaga dari tidur terlalu dini atau tidur yang tidak memulihkan/menyegarkan serta telah berlangsung setidaknya selama satu bulan.

Insomnia sendiri berdampak merugikan karena dapat menyebabkan kurang maksimalnya pemanfaatan waktu di sepanjang hari sehingga menyebabkan turunnya produktivitas & kualitas hidup, meningkatnya absensi di pekerjaan & kecelakaan kerja, serta dapat menimbulkan gangguan fisik & psikiatrik. Demikian diungkapkan oleh Dr.dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K) dalam press conference pada acara Konferensi Nasional III Psikoterapi 2010, di Novotel Hotel, Sabtu 1 Mei 2010.


Ki-ka : dr. Bernardus Sidharta (PT. Takeda Indonesia); Moderator; Dr.dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K); dr. Tun. K. Bastaman, SpKJ (K) (Ketua PDSKJI); Dr. Petrin Redayani L.S, SpKJ (Ketua Panita Konas III Psikoterapi 2010)


Dr. Nurmiati juga menambahkan bahwa untuk penanganan insomnia perlu dilakukan secara komprehensif, karena penyebab insomnia sendiri dapat berasal dari gangguan fisik atau psikologik. Menurut beliau, langkah pertama dalam penatalaksanaan insomnia adalah pemeriksaan pasien, baik secara fisik ataupun psikologik. Pemeriksaan fisik misalnya pemeriksaan penyakit tertentu seperti hipertensi, RA, gangguan hormonal dll. Sedangkan pemeriksaan psikologik misalnya depresi, ansietas, gangguan kepribadian dll. Apabila terdapat gangguan fisik, maka gangguan tersebut harus ditangani terlebih dahulu, baru kemudian terapi farmakologi dengan memberikan obat yang aman & tidak menimbulkan ketergantungan untuk mengatasi insomnia dapat diberikan. Selain terapi farmakologi, terapi non farmakologi seperti misalnya terapi tingkah laku (Cognitive Behavioral Therapy) dapat pula diberikan untuk dapat merubah prilaku & kognisi seseorang terkait dengan masalah tidur.

insomniaTidur terutama pada malam hari sangat penting untuk kesehatan tubuh & hal tersebut tidak dapat digantikan oleh tidur pada waktu lain. Karena pada tidur malam hari metabolisme otak diperbaiki, neuron juga teraktifasi sehingga meningkatkan daya ingat & juga sistem kekebalan tubuh meningkat. Apabila mengalami insomnia maka dapat berakibat kurangnya konsentrasi, menurunnya daya ingat, menurunnya kemampuan berbahasa, timbulnya gangguan psikiatrik (depresi,ansietas dll) serta gangguan kesehatan lain.

Di Indonesia sendiri, prevalensi penderita insomnia diperkirakan mencapai 10 %, yang artinya dari total 238 juta penduduk Indonesia, sekitar 23 juta jiwa diantaranya menderita insomnia, baik untuk jenis insomnia transien (kesulitan tidur <> 4 minggu). Tetapi karena kurang dianggap penting, maka banyak juga orang yang tidak menyadari dirinya mengalami kesulitan tidur atau kurang mencari pertolongan untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada acara kemarin, Dr. Nurmiati juga menyebutkan bahwa tidur merupakan hal yang bersifat individual, dalam arti kebutuhan tiap orang untuk tidur yang berkualitas dapat berbeda-beda, jadi tidak dapat disama ratakan waktu tidur yang sama untuk tiap orang. Tetapi rata-rata kebutuhan tidur untuk orang dewasa antara 5-8 jam setiap harinya, sedangkan pada anak-anak lebih lama lagi & pada orang tua biasanya makin pendek. Salah satu ciri yang menandakan bahwa tidur yang kita alami merupakan tidur yang berkualitas adalah : adanya rasa segar di pagi hari & tidak mengantuk di siang hari.(medicastore)

Cegah Dehidrasi Ringan dengan Pemeriksaan Urin Sendiri (PURI)

Air sering terlupakan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, padahal pangan tidak hanya meliputi makanan tetapi juga minuman. Air merupakan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif. Namun demikian dalam praktek penyampaian pesan atau sosialisasi gizi seimbang untuk hidup sehat dan aktif, pesan minumlah air yang aman dan cukup jumlahnya setiap hari seringkali terabaikan. Padahal sejak tahun 1994 Depkes telah menganjurkan pesan tersebut.

National Research Council Amerika Serikat merekomendasikan 1ml air/kkal kebutuhan energi bagi orang dewasa di bawah kondisi rata-rata kebutuhan energi dan lingkungan. Di Indonesia, sejak tahun 2004 melalui forum Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) para ahli gizi Indonesia telah menetapkan anjuran kebutuhan air bagi setiap golongan umur dan jenis kelamin, seperti halnya kebutuhan akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selanjutnya yang perlu ditetapkan adalah kebutuhan air menyertai terapi dari berbagai penyakit.

DSC03332
Dari ki-ka: Prof. Dr. H. Hardinsyah, MS; dr. Rachmi Untoro, MPH; Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc (Ketua Panitia Simposium PDGMI); Laurent le Bellego, PhD

Berbagai masalah ini mengemuka dalam simposium Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) yang berlangsung pada hari Minggu, 21 Maret 2010 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Simposium tersebut diberjudul “Hydration and Health” yang mengangkat tentang pentingnya minum air untuk mencegah dehidrasi yang akan berdampak pada masalah kesehatan yang lebih serius. Ketua PP-PDGMI, dr. Rachmi Untoro, MPH dalam kesempatan hari ini menyatakan, “Air yang dalam seharinya dibutuhkan sampai lebih dari dua liter, sudah memenuhi persyaratan sebagai zat gizi karena merupakan ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, terutama untuk mengatur proses kehidupan. Namun ternyata sampai saat ini air belum dimasukkan sebagai salah satu zat gizi makro (bersama dengan karbohidrat, lemak, dan protein). Asupan air seperti halnya asupan makronutrien lainnya tersebut dapat berasal dari makanan dan minuman sehari-hari untuk mempertahankan kesehatan tubuh.”

Tujuan diadakan simposium PDGMI, lanjutnya, adalah sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesadaran gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya tentang peranan air sebagai salah satu zat gizi yang vital bagi kesehatan utamanya terkait dengan masalah dehidrasi ringan kronis yang tanpa disadari sedang terjadi di Indonesia. Upaya pencegahan dehidrasi ringan sedini mungkin perlu segera disosialisasikan dengan cara yang praktis, yaitu menggunakan grafik warna untuk pemeriksaan urin sendiri atau disingkat PURI. Cara pemeriksaan ini sangat mudah dan praktis. Semua jenis urin dapat digunakan, asal bukan urin pagi saat bangun tidur. Yang paling bagus adalah menggunakan ‘mid-stream urine” yaitu urin yang keluar di pertengahan saat kita berkemih. Urin ini ditampung dalam jumlah secukupnya di tempat yang bersih dan berwarna putih/bening, kemudian kita membandingkan warna urin tersebut dengan grafik warna di bawah sinar lampu neon putih atau sinar matahari. Hindarkan memeriksa urin ini di bawah sinar lampu berwarna kuning atau warna lainnya karena bisa membuat pemeriksaan menjadi bias. Jangan lupa pula bahwa warna urin juga dipengaruhi obat- obatan ataupun diet tertentu. PURI ini dikembangkan oleh Prof. Armstrong, ahli kedokteran olah raga dari Amerika Serikat. Penemuan beliau ini telah digunakan dalam beberapa event besar olah raga seperti Olimpiade di Beijing dan Athena. PURI ini telah direkomendasi penggunaannya oleh PDGMI dan dibuat dalam bentuk poster serta stiker.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Prof.Dr.Ir.Hardinsyah, MS, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dalam ceramahnya mengungkapkan bahwa sekitar separuh orang dewasa dan remaja mengalami dehidrasi ringan (kekurangan air tubuh pada tingkat ringan). Angka ini diperoleh dari hasil penelitian The Indonesian Hydration Study (THIRST) yang dilakukan pemeriksaan urin secara laboratorium terhadap 1200 sampel di wilayah Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makasar dan Malino. Penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh tiga Perguruan Tinggi tersebut (FEMA IPB, FKM UNAIR dan FKM UNHAS) juga mengungkapkan bahwa kejadian dehidrasi ringan pada remaja lebih tinggi dibanding pada orang dewasa; dan kejadian dehidrasi ringan pada daerah dataran rendah yang panas lebih tinggi dibanding di dataran tinggi yang sejuk. Faktor terjadinya dehidrasi ringan ini adalah ketidaktahuan dan kesulitan akses (memperoleh) secara fisik dan ekonomi memperoleh air minum. Enam dari setiap 10 responden (sekitar 60%) tidak mengetahui bahwa diperlukan minum yang lebih banyak bagi ibu hamil dan menyusui serta bagi orang yang berada dalam lingkungan dingin.

Jangan anggap enteng kekurangan air tubuh. Kekurangan air tubuh 1% mulai menimbulkan rasa haus dan gangguan mood, kekurangan air tubuh 2-3% meningkatkan suhu tubuh, rasa haus dan gangguan stamina; kekurangan air tubuh 4% dapat menurunkan kemampuan fisik 25%, dan pingsan bila kadar air tubuh berkurang sampai 7% (Grandjean&Ruud, 1994. Nutrition for Cyclists, (Clinics in Sports Med).

“Setiap individu dianjurkan untuk mempertahankan status hidrasinya dalam keadaan normal atau adanya keseimbangan air dalam tubuh. Cara mempertahankan status hidrasi adalah dengan menjaga kecukupan air dalam tubuh. Jumlah air yang dibutuhkan sangat bervariasi dan bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi, suhu dan kelembaban lingkungan, tingkat aktivitas fisik, jenis kelamin dan usia. Selain itu, penting untuk memperhatikan jenis air yang aman untuk diminum yakni air yang tidak memiliki warna, bau dan rasa serta tidak mengandung zat berbahaya, tidak tercemar pestisida, jamur, logam dan bahan lain yang berbahaya bagi tubuh,” demikian himbauan PDGMI.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PURI ini dapat menghubungi :
Sekretariat PP-PDGMI di nmr telp. 021-3142889 atau melalui email : pdgmipusat@yahoo.co.id

Apakah Anda Sudah Terlindungi? Lawan Kanker Serviks Sekarang


Dari milis wartawan kesehatan. 80% kasus kanker serviks atau kanker leher rahim ditemukan di negara berkembang. Di Indonesia sendiri terdapat 90-100 kasus kanker serviks per 100.000 penduduk. Bagi perempuan Indonesia kanker serviks diyakini sebagai pembunuh pertama selain kanker payudara. Tingginya kasus di negara berkembang ini disebabkan oleh terbatasnya akses screening dan pengobatan serta lambatnya perkembangan virus dalam tubuh.
Kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala atau keluhan hingga sampai taraf yang sudah lanjut atau parah, sehingga banyak upaya pengobatan yang dilakukan sudah dalam keadaan terlambat. Hal ini juga didukung dengan anggapan umum yang salah mengenai penyebab kanker serviks. Banyak kaum perempuan merasa tidak berisiko karena mereka menjalani hidup sehat serta tidak berganti pasangan.
Padahal fakta menunjukkan bahwa setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar belakang, berisiko terkena kanker serviks.
Menurut dr. Ulana Said dari Yayasan Kanker Indonesia – DKI Jakarta. “Banyak wanita yang belum memahami mengenai kanker serviks. Mereka datang berobat atau mengetahui kondisinya saat stadium lanjut. Padahal kanker serviks bisa dicegah, misalnya dengan melakukan vaksinasi,”.
Biaya pengobatan kanker serviks amat mahal, mencapai ratusan juta rupiah. “Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati. Lakukan deteksi dini kanker serviks dengan pap smear. Jika hasil pap smear negatif, disarankan untuk melakukan vaksinasi agar terhindar dari bahaya kanker serviks,” imbuh dr Ulfana.
Mengingat kanker serviks umumnya terjadi saat wanita di usia produktif, hal ini tentu menimbulkan kecemasan tersendiri, khususnya jika yang bersangkutan juga menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.
“Menjaga kesehatan dengan melakukan pencegahan terhadap penyakit termasuk investasi. Dengan tetap sehat, maka wanita tetap bisa bekerja, pendapatan keluarga tidak terancam, karena sakit membutuhkan banyak biaya, apalagi jika tak memiliki asuransi,” ujar M. Ichsan, perencana keuangan dari IFPI.
Ichsan menambahkan, sebagai wanita bijak, sudah seharusnya jika merencanakan keuangan keluarga mesti dilakukan sejak dini. “Ada dua aspek dalam merencanakan keuangan keluarga, yaitu jangka pendek dan jangka panjang,” ujar Ichsan.

Perencanaan keuangan jangka pendek misalnya dana darurat, sedangkan jangka panjang misalnya asuransi (kesehatan, pendidikan, dana pensiun). “Besaran dana darurat yang harus tersedia minimal 3 kali pengeluaran bulanan. Dengan dana ini, jika seseorang sakit sementara tak ada asuransi, tidak sampai harus mengorbankan aspek investasi jangka panjang, misalnya dana pendidikan anak atau dana pensiun,” ulas Ichsan. Dana darurat sebaiknya disimpan di aset likuid atau yang mudah diuangkan sehingga dapat digunakan saat dibutuhkan.
Untuk tujuan jangka panjang, Ichsan menyarankan setiap orang memiliki asuransi, misalnya asuransi kesehatan. “Asuransi ini sangat berguna jika jatuh sakit. Biaya kesehatan sekarang mahal, sedangkan sakit bisa kapan saja tanpa bisa kita prediksi, namun kita bisa antisipasi dengan mengikuti asuransi,” ujarnya. Perencana keuangan ini menyarankan setiap keluarga harus memiliki anggaran untuk tujuan jangka panjang. “Jangan hanya memikirkan jangka pendek untuk bersenang-senang saja,” pesannya. (medicastore) Bagaimana menurut anda ?

Meningitis Kronis

DEFINISI
Meningitis Kronis adalah suatu infeksi otak yang menyebabkan peradangan di dalam meningen
Meningitis kronis biasanya mengenai orang-orang yang sistem kekebalannya telah terganggu karena AIDS, kanker, penyakit berat lainnya, obat anti-kanker atau penggunaan prednison jangka panjang.
(selaput otak) yang berlangsung selama 1 bulan atau lebih.

PENYEBAB

Beberapa organisme infeksius bisa menyerang otak dan tumbuh di dalam otak, kemudian secara bertahap menyebabkan gejala-gejala dan kerusakan.
Yang paling sering adalah jamur Cryptococcus, virus sitomegalo, virus penyebab AIDS dan bakteri penyebab tuberkulosis, sifilis dan penyakit Lyme.
Beberapa penyakit non-infeksius (misalnya sarkoidosis) dan beberapa kanker bisa mengiritasi menigen dan menyebabkan meningitis kronis.
Penyebab non-infeksius yang paling banyak ditemukan adalah penyebaran limfoma dan leukemia ke dalam meningen.
Peradangan meningen juga bisa disebabkan oleh obat-obat yang digunakan untuk mengobati kanker, obat untuk pencangkokan organ dan bahkan oleh obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen).


Penyebab dari Meningitis Kronis & Aseptik


Penyebab Infeksius Penyebab Non-infeksius
Penyakit virus : Gondongan, Polio, Koriomeningitis limfositik, Herpes, Cacar air, Ensefalitis ekuina timur & barat, Ensefalitis St. Louis, Mononukleosis Infeksiosa, AIDS, infeksi karena virus eko, coksakie atau sitomegalo Penyakit pada otak : Tumor otak, Stroke, Sklerosis multipel, Sarkoidosis, Leukemia
Penyebab pasca infeksi (penyakit virus yang menyebabkan meningitis melalui reaksi kekebalan setelah penyakit utamanya mereda) : Campak, Campak Jerman , Cacar air Keracunan : Keracunan timah hitam
Infeksi bakteri : Tuberkulosis, Sifilis, Leptospirosis, Mikoplasmosis, Limfogranuloma venereum, Penyakit cakar kucing, Bruselosis, Penyakit Whipple serebralis Reaksi terhadap bahan-bahan yang disuntikkan ke dalam kolumna spinalis : Obat anti-kanker (kemoterapi), antibotik, pewarna (untuk foto rontgen)
Infeksi lainnya : Riketsiosis, Toksoplasmosis, Kriptokokosis, Trikinosis, Koksidioidomikosis, Sistiserkosis, Malaria, Amebiasis Obat-obatan : Trimetoprim-sulfametoksazol, Azatioprin, Karbamazepin, Obat anti peradangan non-steroid (ibuprofen, naproksen)


GEJALA
Gejalanya menyerupai meningitis bakterialis, tetapi penyakit ini berkembang lebih lambat, biasanya lebih dari beberapa minggu.
Demam yang timbul tidak sehebat pada meningitis bakterialis.
Sering terjadi sakit kepala, linglung dan bahkan sakit punggung dan kelainan saraf (misalnya kelemahan, kesemutan, mati rasa dan kelumpuhan wajah).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.
Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI kepala, yang diikuti dengan pemeriksaan pungsi lumbal dan cairan serebrospinal.
Jumlah sel darah putih di dalam cairan serebrospinal lebih tinggi daripada normal, tetapi biasanya lebih rendah dibandingkan dengan pada meningitis bakterialis, serta mengandung populasi sel darah putih yang berbeda (lebih banyak limfosit).
Pemerisaan mikroskopis bisa menunjukkan organisme penyebabnya.
Pemeriksaan tambahan lainnya bisa dilakukan untuk mengetahui tuberkulosis, sifilis atau jamur dan virus tertentu.

PENGOBATAN
Meningitis kronis karena penyebab non-infeksius tertentu (misalnya sarkoidosis), biasanya diobati dengan prednison.
Pengobatan meningitis kronis tergantung kepada penyebabnya.
Jika penyebabnya jamur, maka diberikan obat anti jamur intravena. Yang paling sering diberikan adalah amfoterisin B, flusitosin dan flukonazol.
Jika infeksinya sangat sulit disembuhkan, maka kadang amfoterisin B disuntikkan langsung ke dalam cairan serebrospinal, baik melalui pungsi lumbal berulang maupun Ommaya.
Meningitis karena kriptokokus diiobati dengan kombinasi amfoterisin B dengan flusitosin.
Meningitis herpes yang berulang bisa diobati dengan asiklovir, sedangkan meningitis karena virus sitomegalo diobati dengan gansiklovir.
Sebagian besar kasus meningitis karena virus akan membaik dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan khusus.(medicastore)

KANKER

Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasinya dan karakter dari keganasan dan apakah ada metastasis. Sebuah diagnosis yang menentukan biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya.

Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Ciri-Ciri KANKER

Kanker memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dari sel normal. Ciri khas sel kanker yang pertama adalah adanya sinyal pertumbuhan yang cukup dari sel itu sendiri. Sel normal memerlukan sinyal pertumbuhan dari luar, sedangkan sel kanker tidak. Sel kanker juga kurang peka terhadap sinyal penghambat pertumbuhan sehingga pertumbuhannya tidak terkendali. Ciri lainnya adalah sel ini dapat melakukan invasi dan metastasis, tidak terbatas replikasinya, dan dapat membentuk pembuluh darah (angiogenesis). Sel kanker juga dapat menghindari terjadinya apoptosi

Pembentukan sel KANKER

Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah hiperplasia, displasia, dan neoplasia. Hiperplasia adalah keadaan saat sel normal dalam jaringan bertumbuh dalam jumlah yang berlebihan. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi, aktivitas mitosis meningkat, dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. Neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak normal dan memiliki sifat invasif.

Diagnosis KANKER

Kebanyakan kanker dikenali karena tanda atau gejala tampak atau melalui screening. Kedua metode ini tidak menuju ke diagnosis yang jelas, yang biasanya membutuhkan sebuah biopsi. Beberapa kanker ditemukan secara tidak sengaja pada saat evaluasi medis dari masalah yang tak berhubungan.

Karena kanker juga dapat disebabkan adanya metilasi pada promotor gen tertentu, maka deteksi dini dapat dilakukan dengan menguji gen yang menjadi biomarker untuk kanker. Beberapa jenis kanker telah diketahui status metilasi biomarker-nya. Misalnya untuk kanker payudara dapat digunakan biomarker BRCA, sedangkan untuk kanker kolorektal dapat menggunakan biomarker Sox17.

Deteksi dini ini sangat penting. Pada beberapa kanker seperti kanker kolorektal apabila diketahui sejak dini peluang untuk sembuh lebih besar.[4] Selain itu, deteksi dini dapat memudahkan dokter untuk memberikan pengobatan yang sesuai.

Jenis KANKER

Sel-sel kanker dalam sebuah tumor berasal dari sebuah sel tunggal. Sel kanker dapat mengalami metastasis. Oleh sebab itu, kanker dapat dikelompokkan berdasarkan jenis sel dari mana ia berasal dan lokasi sel.

Karsinoma berasal dari kelainan pada sel epitel (misal, sistem pencernaan atau kelenjar). Kanker darah, seperti leukemia dan limfoma, berasal dari kelainan pada sel darah dan sumsum tulang belakang. Sarkoma timbul dari kelainan pada sel jaringan penghubung, tulang atau otot. Melanoma timbul dalam melanosit. Teratoma timbul dari kelainan pada sel kelamin.

KANKER pada Orang Dewasa

Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian.[5] Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker.

Pada pria dewasa di Amerika Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%).[5]

Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).[5]

Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Menurut seorang Menteri Kesehatan Indonesia, penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat.Menurut Dr. Anton Muhibuddin, peneliti di Universitas Brawijaya, tumbuhnya kanker dapat diatasi dengan kecukupan gizi sehingga suplai informasi ke otak tidak terhambat. Pada tanaman, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertantu. Pola invasi kanker tanaman dan kaner pada manusia sangat berbeda.

Riset tentang KANKER
Riset kanker merupakan usaha ilmiah yang banyak ditekuni untuk memahami proses penyakit dan menemukan terapi yang memungkinkan. Meskipun pemahaman kanker memiliki tumbuh secara eksponensejak dekade terakhir dari abad ke-20, terapi baru yang radikal hanya ditemukan dan diperkenalkan secara bertahap.Penghambat tyrosine kinases (imatinib dan gefitinib) pada akhir 1990-an dianggap sebuah terobosan utama; mereka mengganggu terutama dengan protein tumor-tertentu. Antibodi monoclonal telah terbukti sebuah langkah besar dalam perawatan oncological.

sumber wiki/kanker