Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan

Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

  • Penyakit Leukemia Akut dan Kronis

  • Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

  • Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

  • Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

    Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
    1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
    2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
    3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
    4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

  • Penyebab Penyakit Leukemia

  • Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
    1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

    2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

    3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

    4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia

  • Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
    1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

    2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

    3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

    4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

    5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

    6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

    7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

  • Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

  • Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.

  • Penanganan dan Pengobatan Leukemia

  • Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

    1. Chemotherapy/intrathecal medications
    2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
    3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
    4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
    5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

    Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.


    Info lebih lanjut silakan hubungi tenaga ahli/dokter disekitar anda.
    Sumber info: infosehat

    Berkah Punya Bokong dan Paha Besar

    img
    (Foto: thinkstock)
    Punya bokong dan paha besar ternyata lebih banyak berkahnya ketimbang efek negatifnya. Kelebihan lemak di area tersebut tidak membahayakan tapi justru menguntungkan jantung.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa lemak di bagian bokong dan paha justru dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

    Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan peneliti dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota. Dalam studi ini, peneliti mempelajari 28 pria dan wanita yang banyak makan selama 8 minggu untuk melihat bagaimana kerja lemak di dalam tubuh partisipan-partisipan tersebut.

    Peneliti mengukur lemak tubuh partisipan sebelum dan sesudah penelitian. Rata-rata partisipan memiliki lemak sekitar 2,5 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan 1,5 kg lemak di tubuh bagian bawah seperti bokong dan paha.

    Ternyata ada perbedaan antara sel-sel lemak yang terdapat di sekitar perut dan lemak yang ada di sekitar paha dan bokong.

    Lemak dengan mudah menumpuk di daerah perut, tapi lemak tersebut tidak disintesis menjadi protein, sehingga akibatnya bisa membahayakan jantung dan organ internal lainnya.

    Kebalikannya, lemak di bagian bokong dan paha justru banyak yang disintesis menjadi protein sehingga bisa melindungi tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

    "Dengan temuan ini, kami sedang mencari cara peningkatan kapasitas untuk memproduksi sel-sel lemak tubuh di bagian bawah, yaitu bagian bokong dan paha, agar bisa membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit," tutur Dr Michael Jensen dari Mayoclinic, seperti dilansir dariDailymail, Rabu (6/10/2010).

    Dr Jensen menjelaskan bahwa mekanisme lemak di perut berbeda dengan lemak di tubuh bagian bawah. "Mekanisme yang berbeda tentunya akan memberikan dampak yang berbeda pula," jelas Dr Jensen lebih lanjut.

    Temuan terbaru yang telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences ini bisa membantu menjelaskan manfaat dari tubuh berbentuk buah pir.

    Ukuran pinggul bisa menjadi indikator yang baik untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit jantung dan penyakit lainnya, serta juga untuk mengatur berat badan yang sehat.

    Studi lain yang dilakukan peneliti Denmark juga menunjukkan data bahwa 3.000 orang pria dan wanita dengan lingkar paha 23,6 inci (60 cm) memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah.

    Di masa depan, diharapkan ada obat yang dapat mempengaruhi bagaimana lemak disimpan ke seluruh tubuh dan bisa digunakan untuk memerangi penyakit jantung dan penyakit lainnya.(
    Merry Wahyuningsih)

    Bisakah Perempuan Hamil Saat Tidak dalam Masa Subur?

    img
    (Foto: thinkstock)
    Dok, apakah jika wanita tidak dalam keadaan masa subur terus melakukan hubungan intim bisa menyebabkan hamil? Mohon penjelasannya dok. Terimakasih.

    Sakti
    (Pria Menikah, 25 Tahun), ndutz_kasep@yahoo.com
    Tinggi Badan 166 Cm dan Berat Badan 65 Kg


    Jawaban


    Wanita yang tidak dalam masa subur mestinya tidak akan mengalami kehamilan bila melakukan hubungan intim. Masa subur itu sekitar hari ke 12-15 yang dihitung sejak haid hari pertama.

    Tapi bila siklus haid isteri Anda tidak teratur, agak sukar juga menentukan masa suburnya. Jadi sebaiknya jika ingin menunda kehamilan pakailah alat kontrasepsi yang lebih bisa menjamin dibanding menghitung masa subur.

    Dr. Andri Wanananda MS
    Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

    Sudah Bermacam Gaya Tapi Tak Bisa Nikmati ML

    img
    (Foto: thinkstock)
    Dok, kenapa saya tidak bisa merasakan nikmat saat Making Love, bahkan dengan gaya apapun? Apa ada yang salah dengan diri saya? Yang jadi ketakutan saya, bagaimana nanti kalau saya punya suami? Tolong solusinya Dok. Terimakasih.

    Arra (Perempuan Lajang, 27 Tahun), young.43v3r@yahoo.com
    Tinggi Badan 150 Cm dan Berat Badan 39 Kg


    Jawaban

    ML yang nikmat harus dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, ada kontak fisik dan psikis dengan partner Anda. Selain itu juga proses foreplay harus dilakukan dengan waktu yang cukup melalui sentuhan atau rabaan pada zona erotik yang Anda sukai.

    Mungkin kalau ML dengan suami kelak akan berbeda, relatif kontak psikis akan jauh lebih baik, yang menopang hubungan intim yang nikmat penuh kasih sayang.

    Dr. Andri Wanananda MS

    Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

    Bagaimana Posisi ML Agar Bisa Hamil Anak Perempuan?

    img
    (Foto: thinkstock)
    Dok, apa ada posisi-posisi tertentu saat berhubungan intim yang mempengaruhi jenis kelamin laki-laki atau perempuan? Saya sangat mendambakan anak perempuan bila hamil lagi nanti karena saya sudah memiliki 2 anak laki-laki. Terimakasih.

    Reena (Perempuan Menikah, 29 Tahun), rimakurniasih@yahoo.com
    Tinggi Badan 153 Cm dan Berat Badan 43 Kg


    Jawaban

    Hingga saat ini posisi-posisi hubungan seksual tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi yang didambakan oleh pasangan suami-isteri. Sel jantan (spermatozoa) mengandung kromosom (cikal bakal jenis kelamin) X dan Y sedangkan sel betina (ovum) mengandung kromosom X saja.

    Bila sperma bersatu dengan ovum akan terjadi 2 kemungkinan: ovum dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom Y akan terbentuk bayi laki-laki. Bila ovum dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom X akan terbentuk bayi perempuan. Jelasnya, kemungkinan terjadi bayi laki-laki atau perempuan adalah 50/50.

    Kemajuan ilmu kedokteran biomolekuler akan menentukan teknologi penentuan jenis kelamin bayi yang diinginkan oleh pasangan suami isteri di masa depan.

    Tapi memang ada beberapa penelitian yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Jika ingin mendapatkan anak perempuan dikatakan melakukan senggama 2-3 hari sebelum masa subur dan memilih posisi misionaris (posisi konservatif perempuan di bawah, pria di atas). Posisi ini diyakini menciptakan penetrasi dangkal yang membuat kromosom Y tidak bisa mencapai sel telur.

    Sedangkan senggama mendekati masa subur dipercaya bisa mendapatkan anak laki-laki. Pilihan posisi penetrasi dari belakang diyakini sebagai cara penetrasi yang dalam yang membuat kromosom Y bisa cepat menuju sel telur dibanding kromosom X. Tapi cara-cara seperti ini belum terbukti secara ilmiah.


    Dr. Andri Wanananda MS
    Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

    KB sistem Kalender

    img
    (Foto: thinkstock)
    Halo Dok, saya mau tanya apakah ada hubungan seks yang aman tanpa menggunakan kontrasepsi karena belum siap hamil. Apakah itu dilakukan sebelum atau sesudah menstruasi? Terimakasih.

    Cahyo (Pria Menikah, 19 Tahun), cahXXXX6@hotmail.com
    Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 44 Kg


    Jawaban

    Yang Anda inginkan adalah ber-KB dengan sistim kalender. Cara kontrasepsi sistem kalender adalah menghindari hubungan seksual pada tanggal-tanggal tertentu yang mana ketika perempuan sedang dalam masa subur.

    Bila menstruasi isteri Anda teratur, hindari sanggama sekitar hari ke-12 sampai hari ke-15, dihitung sejak hari pertama haid karena saat itu isteri Anda dalam periode subur.

    Di luar periode tersebut, relatif aman untuk senggama menghindari kehamilan. Dari pengalaman empiris, periode sebelum menstruasi jauh lebih aman dibandingkan periode sesudah menstruasi (hari 1-11).

    Tapi untuk sistem kalender ini harus tepat menghitung siklus haidnya, karena kalau salah menghitung risiko kehamilan tetap ada.


    Dr. Andri Wanananda MS
    Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

    Seks 3 X Sehari, Makanlah Yang Satu Ini Dan Petik Manfaatnya

    Gairah seks anda mulai menurun, anda bisa mendapatkan cara yang sangat mudah menyenangkan untuk membangkitkan kembali gairah anda dengan menyantap hidangan yang lezat dan bergizi setiap hari.

    Tanpa disadari, makanan rendah lemak, buah-buahan, dan sayuran yang kaya mineral dan vitamin, ternyata banyak berkhasiat untuk memproduksi hormon testosteron dan estrogen bagi pria.

    Selain makanan yang kaya akan vitamin dan protein yang tinggi, ada juga beberapa makanan lain yang memiliki 'tugas rahasia' untuk menunjang aktivitas seksual yang pengaruhnya dapat anda rasakan beberapa saat setelah anda mengkonsumsinya.

    Untuk menghadirkan seks yang "panas", anda juga perlu mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat meningkatkan gairah, seperti:



    Pisang (Meningkatkan fantasi)

    Vitamin B6 yang tekandung dalam pisang dapat membantu proses pembentukan hormon testosterone. Hal ini bukan karena bentuknya yang diidentikan dengan 'Mr P', pisang juga kaya bufotenine dan potassium yang mampu meningkatkan fantasi seks.

    Bufotenine merupakan senyawa kimia yang berfungsi meningkatkan rasa bahagia serta percaya diri, juga dorongan seks di otak akan mempertajam fantasi seksual anda.

    Sedangkan potassium berperan penting dalam mensuplai energi bagi otot sebelum melakukan aktivitas seks. Bila kadar potassium dalam tubuh anda tinggi, maka denyut jantung anda juga akan lebih keras berdegup, tetapi dalam kondisi lancar.

    Seafood (Melindungi sperma)

    Semakin banyak anda berhubungan seks, maka semakin perlu anda mengkonsumsi makanan yang mengandung zat seng seperti seafood, kandungan seng (zinc) yang dimiliki seafood sangat dibutuhkan oleh pria. Karena setiap sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, mengandung kurang lebih 5mg seng.

    Seng adalah zat yang dapat merangsang tubuh untuk memproduksi hormon testosteron dan naiknya libido pada pria.

    Jika kurang zat ini, bisa menyebabkan terhambatnya pematangan sperma dalam epiddimis sehingga membuat sperma kurang subur dan sperma tidak mempunyai 'tameng' untuk melawan bakteri yang ada di dalam vagina, karena seng berfungsi juga sebagai anti bakteri.

    Cabai (Agar lebih lama ereksi)

    Rasanya yang pedas akan membuat lidah anda menjulur kepanasan, namun anda tidak menyadari kalau saat itu gairah anda juga ikut memanas.

    Jika anda menginginkan ereksi lebih lama, maka 'Mr P' nya juga lebih lama tegangnya, dan itu berarti gigi anda harus menggerus beberapa buah cabai rawit ke dalam mulut dan lidah, hingga terasa panas.

    Cabai mengandung zat pedas piperine yang berfungsi menekan susunan syaraf pusat dan mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga dapat memulihkan kekuatan seksual dan meningkatkan rangsangan saraf yang menyebabkan 'Mr P' tegang lebih lama

    Bagi pria, hilangnya gairah bisa disebabkan oleh faktor psikologis, seperti masalah lingkungan, masalah ekonomi dan masalah kesehatan.

    Testosteron adalah hormon seks yang dapat mempengaruhi secara langsung pusat gairah di otak. Hormon ini sangat besar kontribusinya terhadap gairah seks pria, tetapi anda harus waspada karena kekuatan hormon ini akan mulai berkurang setelah pria mencapai usia 25 tahun.

    Jadi, bagi kebanyakan pria yang kehilangan gairah, masalah utamanya bukan pada otak mereka, tapi justru pada hormon mereka.

    Untuk menjaga testosteron anda agar tetap dalam kondisi baik, anda harus rajin mengkonsumsi makanan rendah lemak yang kaya akan vitamin, mineral dan protein yang tinggi.

    Jika anda masih bisa menyantap makanan yang lezat untuk menambah gairah, untuk apa mengkonsumsi suplemen pembangkit gairah.

    Di rumah anda, ada banyak makanan di dalam lemari es anda yang ternyata dapat meningkatkan gairah seks anda yang mungkin sudah mulai menurun. Cobalah makanan berikut ini:

    Telur (Meningkatkan sensitivitas)

    Dari dulu, telur terbukti cukup efektif untuk mengobati kekurangan gairah. Demikian juga telur ikan, yang memiliki kemampuan memperbaiki sel-sel saraf yang rusak sehingga kulit (terutama di bagian 'Mr P') menjadi semakin peka terhadap rangsangan.

    Sumber vitamin B kompleks dan asam pantotenat yang terikat dengan koenzim di dalam jaringan ada dalam telur dan putih telur, manfaatnya mempertajam rangsangan sensitivitas dibagian kulit.

    Koenzim itu sendiri perannya sangat penting bagi tubuh untuk mengaktifkan enzim agar hormon seimbang, sehingga kepekaan saraf di kulit 'Mr P' anda meningkat.

    Bawang Putih (Melancarkan sirkulasi darah

    Jika anda memakan bawang putih dan dua gelas air putih setiap hari, maka tubuh anda akan menjadi prima dan aktivitas seksual anda tidak akan terganggu meski setelah bekerja.

    Senyawa sulfur yang terdapat dalam bawang putih akan mengaktifkan glutathione, yaitu enzim yang meningkatkan dorongan seks dan meningkatkan sirkulasi darah di daerah kelamin, baik pria atau wanita.

    Anda akan membutuhkan ini karena aliran darah di panggul dan 'Mr P' akan meningkat hingga 25 kali saat sedang ereksi.

    Jinten (Melancarkan aliran darah di 'Mr P')

    Tanaman semak menjalar ini ternyata dapat menambahkan gizi hormon reproduksi anda.

    Jinten mempunyai rasa yang pedas saat mengunyahnya.

    Sedangkan aroma yang khas pada daunnya adalah hasil dari kandungan minyak asiri.

    Yang terkandung dalam minyak asiri itu berbahan aktif seperti barbastusin, barbatusol, coleol dan phytosterol dapat menghangatkan badan, menjadi penyegar, terlebih lagi menaikkan gairah seks anda.

    Kurangnya rasa percaya diri pada penampilan, kelelahan, stress akibat pekerjaan, menurunnya produksi homon endrogen - terutama testosteron juga dapat menjadi faktor pemicu turunnya gairah seksual pada pria.

    Jika anda tidak berinisiatif untuk mengatasi problem kehilangan atau menurunnya gairah seks anda, maka anda akan berakhir pada sebuah hubungan "tanpa seks".

    Cobalah menu bergairah ini, agar seks yang mendebarkan dapat anda rasakan.

    Cokelat (Mendongkrak daya romantis seksual)

    "Cokelat dapat membuat suasana hati menjadi tenang", banyak orang yang sering mengungkapkan kalimat tersebut ketika memberikan kartu ucapan untuk pasangannya.
    Kalimat tersebut sangat beralasan, karena cokelat mengandung banyak zat PEA (phenylethylemine) yang dibutuhkan untuk melancarkan sirkulasi darah di saluran vena yang menuju jantung.
    Dengan menyantap cokelat, otak akan melepaskan serotonin yang bisa membuat diri menjadi relaks dan juga bisa mempengaruhi gairah cinta, sehingga perasaan romantis dan naiknya daya seksual pun akan timbul.

    Jahe Merah (Menghangatkan seks)

    Tanaman yang rasanya pedas dan panas ini dapat menghangatkan tubuh anda serta mempertahankan dan meningkatkan energi bagi hormon testosteron anda.
    Tingginya tingkat testosteron dapat membantu meningkatkan produksi sperma dan memperbaiki kesehatan sperma.

    Madu (Agar orgasme lebih lama)

    Sebelum anda bertemu dengan pasangan anda, sebaiknya mulailah meminum madu dengan dicampur air hangat, maka anda akan lebih bertenaga ketika mengalami puncak kenikmatan.
    Selain menghasilkan glukosa sebagai sumber energi, madu juga menghasilkan mineral boron.
    Boron yaitu mineral yang banyak terkandung dalam sayuran hijau, buah dan kacang-kacangan yang berkhasiat membantu proses metabolisme tubuh, boron juga sangat ampuh meningkatkan kualitas testosteron.

    Sebagian pasangan boleh saja beranggapan kalau seks bukanlah prioritas nomor satu dalam hidup mereka dan tetap berusaha menikmati hubungan yang bahagia.

    Tetapi yang beranggapan seperti itu adalah kaum minoritas, karena kebanyakan pasangan membutuhkan hubungan seks secara rutin bukan untuk menjaga keintiman, melainkan agar anda dapat merasakan ada sesuatu yang mengikat satu sama lain.

    "Agar kehidupan seks anda tetap hidup, anda harus menjadikan seks sebagai prioritas utama. Ingatlah, seks lebih penting dari karir, bahkan anak anda sendiri".

    Suatu waktu karir anda akan berubah, anak-anak anda juga akan tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah anda, jadi yang tersisa adalah hanya anda berdua.

    Ditambah lagi, semakin lama anda tidak berhubungan seks, anda akan semakin sulit untuk melakukannya kembali. Bagi wanita yang sudah lama tidak bercinta, akan sulit mendapatkan orgasme, tetapi bagi pria biasanya seringkali mengalami masalah ereksi atau berkurangnya aksi dalam bercinta.

    Dan yang terpenting, jangan mengharapkan terlalu banyak dari viagra (obat kuat), cara yang paling mudah adalah dengan memilih makanan yang mampu meningkatkan atau memulihkan gairah seksual anda.

    Seafood : untuk melindungi sperma anda
    Cabai : agar ereksi lebih lama
    Pisang : dapat tingkatkan fantasi seks
    Telur : meningkatkan sensitivitas 'Mr P'
    Bawang Putih : melancarkan sirkulasi darah di daerah kelamin
    Jinten : melancarkan aliran darah di 'Mr P'
    Cokelat : mendongkrak daya romantis seksual
    Jahe Merah : menghangatkan seks
    Madu : agar orgasme lebih lama

    Beberapa jenis makanan diatas, adalah sebagian makanan yang dapat mempengaruhi reproduksi dan kinerja hormon-hormon seksual seperti asam folat, niasin, vitamin E, vitamin B1 dan mineral seng.

    Sumber:oke

    Perlukah Mencukur Bulu Kemaluan?

    Merawat bagian kemaluan termasuk rambut-rambut halus di sekitarnya sangat penting dilakukan pria maupun wanita. Ada orang yang malas mencukur bulu rambut tapi ada juga yang sangat terobsesi mencukurnya karena ingin terlihat seksi dan sebagainya. Seberapa pentingkah mencukur bulu kemaluan?

    Pakar andrologi Prof Dr dr Nukman Moeloek, Sp And mengakui bulu kemaluan memang tidak selamanya harus dicukur. "Kalau mau cukur ya tinggal cukur, kalau tidak juga tidak apa-apa. Yang penting usahakan tetap bersih," kata Prof Nukman Ketika dihubungi detikhealth, Senin (1/2/2010).

    Selain karena faktor kebersihan, banyak pria yang mengaku menyukai alat kelamin wanita tanpa bulu karena terlihat lebih seksi.

    Benarkah demikian?

    "Itu sih tergantung persepsi tiap orang. Ada yang suka seperti itu ada juga yang tidak mempermasalahkannya," tutur Prof Nukman.

    Menurut Guru Besar Andrologi dan Biologi Kedokteran Universitas Indonesia itu, umumnya pertumbuhan rambut akan terhenti setelah 2 bulan. Jadi rambut kemaluan yang sudah gondrong tidak akan bertambah gondrong terus meski tidak dicukur.

    Namun rambut kemaluan yang tidak dicukur memang berisiko sebagai tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik. Tapi jika dibersihkan dengan benar, bakteri tidak akan berkembang di sana. "Seperti rambut saja, walaupun gondrong tapi kalau bersih, ya nggak masalah." katanya.

    Pisau cukur adalah senjata yang sangat populer yang menjadi pilihan untuk menghilangkan rambut kemaluan. Bagi kebanyakan orang, teknik perawatan ini adalah solusi yang baik dibanding dengan teknik menggunting. Yang harus diperhatikan, memangkas rambut kemaluan dengan pisau cukur sebaiknya dilakukan setelah membasahinya dengan air hangat.

    "Sebelum dicukur, jangan lupa dibasahi dan diberi sabun dulu agar licin dan gampang mencukurnya," ujar Prof Nukman.

    Selain teknik mencukur dengan pisau cukur, teknik lainnya yang bisa digunakan adalah teknik elektrolisa, laser, waxing (lilin) atau menggunakan obat penghilang rambut.

    Teknik elektrolisa bisa menghilangkan bulu kemaluan secara permanen hanya dalam satu kali perawatan, tapi harganya cukup mahal. Sedangkan teknik waxing tidak terlalu dianjurkan karena menimbulkan rasa sakit pada bagian alat kemaluan yang memang sangat sensitif.

    Mau dicukur atau tidak, yang pasti rambut kemaluan harus dijaga kebersihannya. "Yang jelas, semua yang ada pada diri manusia itu adalah pemberian Tuhan, jadi harus selalu dipelihara," kata Prof Nukman.detikHealth

    Kelumpuhan Berkala Thyrotoxic

    img
    Ilustrasi: christopherreeve
    Deskripsi
    Periodik Thyrotoxic kelumpuhan adalah sindrom dicirikan oleh episode intermiten kelemahan otot yang terjadi pada orang dengan kadar hormon tiroid tinggi (hipertiroidisme, tirotoksikosis). Kelumpuhan Thyrotoxic periodik merupakan kondisi langka yang terjadi hanya pada orang dengan tirotoksikosis (kadar hormon tiroid yang tinggi). Hal ini terlihat paling sering terjadi pada pria Asia.

    Kelumpuhan Thyrotoxic periodik melibatkan serangan kelemahan otot atau kelumpuhan bergantian dengan periode fungsi otot normal. Serangan biasanya dimulai setelah gejala hipertiroidisme. Frekuensi serangan bervariasi dari setiap hari hingga tahunan. Episode kelemahan otot dapat berlangsung selama beberapa jam atau bisa menetap selama beberapa hari.

    Gejala
    * kelemahan/kelumpuhan
    * perubahan pandangan (jarang)
    * kesulitan menelan (jarang)
    * kesulitan berbicara (jarang)
    * kesulitan bernapas (jarang)

    Gejala hipertiroidisme:
    * peningkatan nafsu
    * perubahan kulit: lembab, hangat, kurus, pucat (kadang-kadang)
    * tremor
    * denyut jantung cepat
    * merasakan sensasi jantung berdetak (palpitasi)
    * sakit kepala
    * berkeringat berlebihan (diaphoresis)
    * insomnia
    * panas intoleransi
    * kelelahan

    Perawatan
    Pengobatan terbaik adalah penurunan kadar hormon tiroid. Kalium juga harus diberikan selama serangan. Selain itu, diberikan Potasium melalui mulut, tetapi jika kelemahan yang parah, infus kalium mungkin diperlukan.

    Sumber: medlineplus dan healthguide.

    Kutil Kelamin

    Deskripsi
    Kutil Kelamin, juga dikenal sebagai Genital warts atau Condiloma acuminata, adalah salah satu jenis
    penyakit menular seksual yang paling umum. Seperti namanya, genital warts mempengaruhi jaringan lembab di daerah genital. Kutil Kelamin terlihat keci atau kelihatan seperti kembang kol. Meski sangat kecil, Genital wartsdapat berkembang biak dalam kelompok besar.

    Pada wanita, genital warts dapat tumbuh di vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, dan leher rahim. Pada pria, kutil kelamin dapat terjadi di ujung atau batang penis, skrotum atau anus. Genital warts juga dapat berkembang di mulut atau tenggorokan dari orang yang kemungkinan melakukan oral seks dengan orang yang terinfeksi.

    Gejala
    Tanda-tanda dan gejala genital warts meliputi:
    * Area kecil berwarna abu-abu yang bengkak di sekitar genital
    * Beberapa kutil berdekatan yang menyerupai kembang kol
    * Gatal atau rasa tidak nyaman di daerah genital
    * Perdarahan saat bersetubuh

    Sering kali, kutil kelamin tidak memiliki gejala. Hal ini disebabkan kutil tumbuh sangat kecil dan datar sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

    Perawatan
    Meskipun kutil kelamin dapat diobati dengan obat-obatan dan operasi,
    penyakit ini adalah masalah kesehatan yang serius. Virus yang menyebabkan genital warts - human papillomavirus (HPV) - berkaitan dengan kanker serviks. Virus ini juga berkaitan dengan kanker kelamin.

    Sumber: dari beberapa sumber terpercaya.

    Kista Baker

    Deskripsi:

    Kista Baker adalah pembengkakan yang disebabkan oleh cairan dari sendi lutut menonjol di bagian belakang lutut. Bagian belakang lutut juga disebut sebagai daerah poplitea lutut. Kista Baker kadang-kadang disebut kista poplitea. Ketika cairan berlebihan cairan membentuk kantung berisi cairan dari kista Baker. Pemberian nama ini untuk diilhami dari ahli bedah Inggris William Morrant Baker (1839-1896). Dokter inilah yang pertama kali meneliti kista dibelakang lutut.

    Gejala:

    Gejala sangat mudah dikenali yakni terdapat Tonjolan halus di belakang sendi lutut atau di atas betis. Kista Baker biasanya tidak menimbulkan rasa sakit sebelum pecah. Hal ini dapat menyebabkan sakit ringan atau tidak nyaman di belakang lutut, terutama ketika berolahraga.

    Jika kista pecah, bisa menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Gejala-gejala kista pecah serupa dengan thrombophlebitis dari tungkai bawah.

    Perawatan:

    Perawatan kista biasanya menyesuaikan dengan penyakit yang menjadi penyebabnya. Suntikan kortison ke dalam kista dapat mengurangi ukuran kista dan peradangan yang terjadi. Jika kista besar dan menyebabkan rasa sakit dianjurkan untuk dibedah.

    Sumber: disarikan dari berbagai sumber.

    Kanker Usus Besar

    img
    Ilustrasi: ist.
    Deskripsi:
    Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan tempat menyimpan limbah makanan. Sedangkan rektum adalah ujung dari usus besar dekat anus. Keduanya berbentuk tabung panjang yang disebut usus besar. Tumor pada usus besar dan rektum merupakan pertumbuhan yang timbul dari dinding bagian dalam usus besar. Tumor jinak dari usus besar disebut polip. Sedangkan tumor ganas pada usus besar disebut kanker.

    Polip jinak tidak menginvasi jaringan di dekatnya atau menyebar ke bagian lain dari tubuh. Polip jinak dapat dengan mudah dihilangkan selama kolonoskopi dan tidak mengancam hidup. Jika polip jinak tidak dihapus dari usus besar, polip tersebut dapat berubah menjadi ganas (kanker) dari waktu ke waktu. Sebagian besar kanker usus besar diyakini berkembang dari polip. Kanker usus besar dan rektum (juga disebut sebagai kanker kolorektal) dapat menyerang dan merusak jaringan sekitar usus dan organ lain. Sel-sel kanker juga dapat melepaskan diri dan tersebar ke bagian lain dari tubuh (seperti hati dan paru-paru) membentuk tumor baru.

    Terlalu banyak mengkonsumsi lemak dipercaya mempengaruhi terjadinya kanker usus besar. Penelitian menunjukan di negara-negara dengan penduduk yang tingkat konsumsi lemak tinggi lebih sering terjadi kanker usus besar ketimbang penduduk di negara-negara yang tingkat konsumsi lemaknya rendah. Timbunan berbagai produk yang mengandung lemak membentuk bahan kimia dalam tubuh (karsinogen).

    Tanda dan Gejala:
    Tanda dan gejala kanker usus besar antara lain:
    - lelah
    - sesak napas
    - pening
    - nyeri perut di sebelah bawah
    - diare
    - darah dalam kotoran
    - anemia
    - bentuk kotoran (feses) yang panjang dan kecil mirip pensil.

    Pengobatan:
    Operasi adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker usus besar. Selama operasi, tumor, sebagian kecil dari usus yang sehat di sekitarnya, dan kelenjar getah bening yang berdekatan akan dipotong. Dokter bedah kemudian menghubungkan bagian usus yang sehat. Pada pasien dengan kanker dubur, rektum secara permanen akan dipotong.

    Pencegahan:
    Kanker usus besar dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan mengkonsumsi lemak berlebihan ke amakanan yang mengandung serat tinggi. Sumber utama lemak seperti daging, telur, produk susu, saus salad, dan minyak yang digunakan dalam masakan harus dikurangi. Sebagai penyeimbangnya, buah-buahan, sayuran, dan roti gandum utuh dan sereal yang mengandung serat harus dikonsumsi. Perlu diketahui bahwa serat yang tinggi di dalam makanan menyebabkan pembentukan kotoran besar yang dapat menyingkirkan karsinogen.

    Sumber: medicinet dan sumber lain.

    Usus Buntu

    img
    Foto: istimewa
    Deskripsi
    Radang usus buntu timbul ketika usus buntu tersumbat benda keras di dalam tinja atau bengkaknya cabang kelenjar getah bening pada usus yang dapat terjadi oleh karena berbagai macam infeksi. Pada kasus yang sama, usus buntu bengkak, dan kuman dapat berkembang di dalamnya. Jika radang usus buntu tidak dapat dikenali atau diobati, usus buntu bisa pecah, membuat kantung meradang di luar usus tersebut dan menimbulkan nanah. Akibat lanjut, benda dari usus buntu masuk ke rongga perut, menyebabkan peradangan serius (peritonitis).


    Gejala
    Penderita usus buntu umumnya mengalami sakit perut, terutama dimulai di sekitar pusar dan bergerak kesamping kanan bawah, penurunan nafsu makan, mual dan muntah, serta diare.

    Pengobatan
    Pengobatan yang paling baik untuk penyakit usus buntu adalah operasi pengangkatan usus buntu yang bengkak.

    Noonan Syndrome

    img
    Ilustrasi: rlv.zcache.com
    Deskripsi
    Noonan Syndrome adalah kelainan genetik yang menghambat perkembangan normal di berbagai bagian tubuh. Seorang anak dapat terserang sindrom Noonan dalam berbagai cara: karakteristik wajah yang tidak biasa, perawakan pendek, cacat jantung, masalah-masalah fisik lainnya, dan terkadang keterbelakangan mental.

    Sindrom Noonan disebabkan oleh mutasi genetik dan diperoleh bila seorang anak mewarisi salinan gen yang terkena dampak dari orangtua. Dapat juga terjadi sebagai mutasi spontan pada anak, yang berarti tidak ada sejarah keluarga yang terlibat.

    Gejala
    Wajah anak merupakan salah satu kunci fitur klinis yang mengarah ke diagnosis sindrom Noonan. Fitur ini berubah, tergantung pada usia anak:
    * Awal masa kanak-kanak. Seorang bayi kurang dari 1 bulan nampak telinga rendah, bibir atas, leher pendek dan di bagian belakang kepala garis rambut rendah.
    * Masa kanak-kanak. Anak memiliki mata menonjol dengan kemiringan ke bawah dan hidung lebar dan bulat .
    * Masa kanak-kanak. Ada sering kurangnya ekspresi wajah.
    * Remaja. Sebuah wajah remaja biasanya lebar , fitur wajah menjadi lebih tajam dan mata kurang menonjol, leher memanjang.
    * Dewasa. Ketika seorang anak dengan sindrom Noonan mencapai usia dewasa, kulit keriput dan tampak transparan.

    Perawatan
    Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom Noonan. Manajemen berfokus pada pengendalian gejalapenyakit dan komplikasi. Hormon pertumbuhan dapat digunakan untuk mengobati perawakan pendek pada beberapa orang yang memiliki sindrom Noonan.

    Perawatan dari gejala dan komplikasi yang terjadi dengan sindrom Noonan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan mereka. Banyak dari masalah-masalah kesehatan dan fisik yang terkait dengan penyakit ini diperlakukan persis seperti mereka yang normal. Pendekatan perawatan untuk menangani berbagai aspek dari sindrom Noonan mencakup: perawatan jantung, memperlakukan tingkat pertumbuhan rendah, mengatasi ketidampauan belajar, perawatan penglihatan, dapengobatan untuk pendarahan dan emmar, pengobatan untuk masalah limfatrik, perawatan alat kelamin dan masalah saluran kemih.

    Sumber: medlineplus dan mayoclinic.

    Transient Ischemic Attack (TIA)

    Deskripsi
    Transient Ischemic Attack (TIA) seperti stroke, gejalanya serupa, tetapi biasanya TIA hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.

    TIA sering disebut ministroke, serangan iskemik transien ini dapat menjadi peringatan terhadap serangan stroke. Fakta menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga orang yang mengalami serangan iskemik transien akhirnya memiliki stroke, dengan sekitar setengah yang terjadi dalam satu tahun setelah serangan iskemik transien.

    Gejala
    Serangan TIA biasanya berlangsung beberapa menit. Sebagian tanda-tanda dan gejala hilang dalam waktu satu jam. Tanda-tanda dan gejala menyerupai TIA yang ditemukan di awal stroke dan mencakup:
    * Tiba-tiba kelemahan, kesemutan atau kelumpuhan di wajah, lengan atau kaki, biasanya di satu sisi tubuh
    * Cadel atau susah berbicara atau kesulitan untuk memahami orang lain
    * Tiba-tiba mengalami kebutaan pada salah satu atau kedua mata atau penglihatan ganda
    * Pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi

    Penderita mungkin memiliki lebih dari satu TIA, dan tanda-tanda dan gejala berulang mungkin mirip atau berbeda tergantung pada wilayah otak yang terlibat.

    Jika tanda-tanda dan gejala berlangsung lebih lama dari 24 jam atau menyebabkan kerusakan otak abadi, itu dianggap sebagai stroke.

    Perawatan
    Setelah dokter menentukan
    penyebab serangan iskemik transient, tujuan pengobatan adalah untuk memperbaiki kelainan dan mencegah stroke. Pengobatan tergantung pada penyebab TIA, kemungkinan menulis resep obat untuk mengurangi kecenderungan darah untuk membeku atau mungkin menyarankan pembedahan atau prosedur angioplasti.

    Sumber: medlineplus dan mayoclinic.

    Keluhan yang Datang Bersama Dingin

    Jakarta: Seperti sudah menjadi kebiasaan, dalam sehari, Kiki, 34 tahun, berganti pakaian lebih dari dua kali, mulai dari baju luar hingga pakaian dalamnya. Apalagi saat udara gerah atau dingin. Kulit karyawan swasta di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu selalu diserang gatal saat berkeringat atau kedinginan.

    Gatal-gatal itu datang beserta bentol-bentol di sekujur tubuhnya. "Kalau digaruk, bentol-bentol itu bertambah besar," kata Kiki, Selasa tiga pekan lalu di kantornya. Hal yang sama juga dialami oleh kakak dan pamannya. Kiki tak tahu pasti apa penyebab datangnya bentol-bentol di tubuhnya.

    Bentol-bentol itu seperti dipicu oleh pakaian dalam dengan karet ketat yang meninggalkan bekas merah. Bekas merah itu akan terasa gatal yang kemudian menjalar ke hampir sekujur tubuh. Kondisi itu akan semakin parah jika tubuh berkeringat atau kedinginan. Gatal-gatal itu, kata Kiki, tak pernah datang setelah makan sesuatu.

    Kiki pernah berkonsultasi dengan dokter. Dokter hanya memberi obat antibiotik dan antialergi. Tapi obat itu hanya akan menghentikan gatalnya sesaat, lalu muncul lagi saat tubuh terkena debu atau ada di dalam ruangan yang gerah, bahkan dingin. Ia berharap gatal-gatal itu segera hilang total lantaran sangat mengganggu aktivitasnya, bahkan tak bisa ngantor.

    Selain Kiki, ada Mira, sebut saja namanya begitu. Sudah beberapa pekan ini ia merasakan gatal-gatal ketika malam dan pagi hari yang relatif dingin. Kalau tidak digaruk, Mira tak tahan gatalnya, terasa seperti panas. Tapi, kalau digaruk, tubuh Mira bakal dipenuhi bentol di sana-sini plus bekas luka.

    Awalnya, Mira menduga gatal-gatal itu akibat keracunan makanan. Tapi setelah diingat, Mira sudah lama tak mengonsumsi makanan hasil laut. Ia mendapatkan "bakat" gatal karena udara dingin itu dari ibunya. Bibinya pun merasakan hal yang sama.

    Untuk menghentikan gatal itu, Mira dan Kiki menelan incidal, obat anti-alergi yang dibelinya tanpa resep dokter. Masalahnya, udara dingin itu masih akan datang selama musim hujan. Mira membayangkan dirinya akan terus menggaruk-garuk atau menelan incidal selama musim hujan.

    Heru Sundaru dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengatakan alergi gatal yang disertai bentol serta kemerahan yang dialami Kiki dan Mira dalam istilah medis disebut urtikaria. Penyebabnya bermacam-macam. "Penyebabnya bisa karena obat, transfusi darah, hepatitis akut, makanan, hingga virus HIV/AIDS," tutur Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pada Rabu lalu di Jakarta.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Iris Rengganis, konsultan Alergi Imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Alergi bisa muncul akibat mengonsumsi makanan tertentu seperti udang, kepiting, ikan laut, dan kerang. Selain makanan hasil laut, buah seperti stroberi, pisang, kiwi, apel, jeruk, tomat, cokelat, hingga susu, kacang tanah, maizena, gandum, dan telur juga bisa menimbulkan gatal-gatal. Mereka yang tak tahan terhadap alergi, harus menghindari sejumlah makanan tersebut.

    Bahkan, alergi juga bisa disebabkan faktor genetik atau keturunan dan faktor lingkungan. Tapi, untuk memastikan penyebab gatal itu, baik Heru maupun Iris harus melakukan observasi terhadap pasien. "Juga harus melakukan tes alergi seperti uji tusuk kulit untuk mengetahui faktor pencetus," kata Iris, Selasa tiga pekan lalu di Jakarta.

    Lalu apa yang kira-kira menjadi penyebab gatal-gatal yang dialami Kiki dan Mira? Jika didasarkan pada pengakuan mereka, Iris menduga penyebab gatal-gatal yang dialami Kiki dan Mira adalah karena faktor keturunan. Alergi karena faktor keturunan, kata Iris, tidak bisa dihilangkan secara total.

    Tapi, gatal-gatal itu bisa dicegah atau diminimalkan dengan mengontrol lingkungan atau menghindari hal-hal yang berpotensi mencetuskan gatal. Jika alergi terhadap udara dingin, misalnya, "Hindari rasa dingin dengan mengenakan baju hangat dan tidur tanpa AC. Bila perlu, pakai kaos kaki," ujar Iris.

    Gatal-gatal juga bisa muncul karena faktor hormon. Tidak sedikit orang yang mengalami gatal-gatal karena adanya perubahan hormon. Misalnya gatal-gatal sehabis melahirkan atau yang berkaitan dengan menstruasi.(tempo)

    Terapi Hormon Mempercepat Kehilangan Massa Otak

    Washington: Perawatan hormon yang biasa digunakan wanita menopause diduga mempercepat penyusutan otak, menurut dua penelitian baru yang dirilis Senin.
    Penelitian yang muncul 13 Januari di jurnal kesehatan Neurology itu menunjukkan kehilangan jaringan otak lebih besar dari biasanya pada wanita usia 65 tahun dan yang lebih tua.
    Studi sebelumnya menunjukkan bahwa perempuan lebih tua yang menggunakan obat berbasis progestin telah mengurangi kemampuan berpikir dan memori, dan lebih mungkin untuk menderita dementia dan penurunan fungsi otak.
    Dokter telah lama percaya bahwa pelemahan itu disebabkan oleh luka kecil pada pembuluh darah otak akibat perawatan hormonal.
    Namun, penelitian baru menggunakan MRI scans terhadap otak perempuan menunjukkan penurunan jaringan otak di daerah kritis bagi memori untuk wanita yang menggunakan hormon.
    "Temuan kami mengungkapkan satu penjelasan yang mungkin bagi risiko peningkatan dementia pada wanita tua yang sebelumnya menjalani terapi hormon pasca-menopause," kata Laura Coker dari Wake Forest University Baptist Medical Center, yang memimpin salah satu penelitian itu.

    Studi kedua menemukan wanita yang menjalani terapi hormon memiliki volume otak lebih kecil di lobe dan hippocampus, keduanya area kritis untuk kemampuan berpikir dan memori.
    "Temuan kami menunjukkan bahwa terapi hormon pada wanita pasca-menopause memiliki efek negatif terhadap struktur penting dalam menjaga fungsi memori yang normal," studi menyimpulkan.
    "Namun, efek negatif ini kebanyakan dialami wanita yang telah mengalami masalah memori sebelum menggunakan terapi hormon."(tempo)

    Agar Tulang Tidak Telanjur Bengkok

    Jakarta: Selly Lubis nyaris tak pernah ke luar rumah sembilan tahun terakhir. Dara 26 tahun ini malu lantaran tulang belakangnya melengkung dan menonjol. Semula, ia tak menyadari kelainan ini karena kegiatannya tak terganggu. Dia masih bisa sit-up dan jogging di sekolah.

    Justru ayahnya yang menyadari ketidakwajaran punggung putrinya. Maka, pada 1999, Selly—saat masih duduk di kelas III SMP—diboyong ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Anak keempat dari enam bersaudara itu pun dioperasi. Sukses dipasang pen, punggungnya lebih tegak dan tonjolan tulang pun berkurang.

    Beberapa tahun berlalu, keluhan baru muncul. Menurut sang ayah, Darwis Lubis, tulang anaknya makin menonjol. Akibatnya, Selly kerap mengalami sesak napas dan sulit menyantap makanan. Empat suap nasi saja sudah membuat perutnya terasa sangat penuh, meski ia sejatinya masih lapar. Walhasil, bobotnya menyusut drastis. Sedikit-sedikit ia lemas, pusing, dan mual. Nyeri dan linu sesekali hinggap di punggungnya.

    Keluarganya merasa ada yang tak beres dalam operasi yang pernah Selly jalani. ”Bukannya membaik, malah memburuk,” kata Darwis. Ia pun melapor ke polisi dan Departemen Kesehatan tentang kemungkinan malpraktek. Polisi menyatakan tak ada cukup bukti unsur tindak pidana.

    Darwis juga mengadu ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, Jakarta. Namun, menurut Wakil Ketua Majelis, Sabir Alwy, kewenangan mereka tak sampai pada masalah perdata atau pidana. ”Kami hanya memeriksa dokter, benar atau tidak prosedurnya,” katanya Rabu pekan lalu.

    Hingga kini, keluarga Darwis masih menanti kepastian nasib Selly, apakah benar telah terjadi kesalahan penanganan saat operasi. Dan, karena belum ada kejelasan tersebut, dokter di rumah sakit lain juga tidak menerimanya sebagai pasien.

    Kasus Selly—terlepas dari problem hukumnya—membuktikan rumitnya penanganan skoliosis. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan skoliosis, sekelompok orang—dokter, pasien atau keluarga pasien, dan grup pendukungnya—mendirikan Masyarakat Skoliosis Indonesia, November lalu.

    Skoliosis adalah ketidaknormalan tulang belakang—sesuai dengan asal katanya, dari bahasa Yunani, scolios, berarti bengkok atau terpilin. Tulang belakang yang normal tampak lurus dari ujung leher sampai tulang ekor. Sebaliknya, para penderita skoliosis, jika dilihat dari belakang, memiliki tonjolan di punggung. Jika ditatap dari samping, tulangnya berbentuk huruf S atau C yang memanjang.

    Akibatnya, bahu pun tinggi sebelah. Panggul melesak ke dalam. Berjalan pun jadi miring atau tinggi sebelah. Bagi yang sudut kemiringannya mencapai lebih dari 40 derajat, badan jadi bungkuk dan ”berpunuk”. Kadang posisi serta ukuran payudara pun tak sama.

    Luthfi Gatam, spesialis ortopedi Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, menyatakan skoliosis sebetulnya bukan penyakit—yang jika diberi obat akan sembuh. Ini sebuah ketidaknormalan yang harus disandang orang seumur hidup. Ia mengistilahkannya ”once scoliosis, forever scoliosis”. Tak bisa disembuhkan ataupun dinormalkan, tapi—dalam banyak kasus—tidak membahayakan. Kalaupun dioperasi, tujuannya bukan ”menyembuhkan”, melainkan ”mencegah lebih parah”.

    Ada beberapa tingkat keparahan. Luthfi, yang juga Ketua Umum Masyarakat Skoliosis Indonesia, mengisahkan: ada penderita skoliosis yang tak terganggu aktivitasnya sehari-hari. Mereka yang sudut kemiringan tulangnya kurang dari 10 derajat tergolong ringan. Sedangkan yang mencapai 40 derajat dianggap berat.

    Meski begitu, ada pasien ”ringan” yang memilih dioperasi karena alasan kosmetik: postur jadi lurus, penampilan lebih baik. Padahal, sejatinya, tanpa dioperasi pun, fungsi organ-organ tubuh tetap normal. Hanya penampakan fisik yang kerap membikin penderita minder.

    Banyak pula yang masuk kamar operasi karena kemiringan tulangnya parah dan mengganggu sistem kerja tubuh. Misalnya napas sesak karena ruang paru menyempit tertekan tulang dan sistem pencernaan terganggu karena ruang di perut terdesak tulang. Jika tak dioperasi, penderita bisa lumpuh, bahkan terancam jiwanya.

    Sebagian besar kasus skoliosis tergolong idiopathic, tak diketahui penyebabnya. Faktor yang diduga memperbesar risiko skoliosis antara lain kelainan saraf, keturunan, dan penyakit infeksi. Selain itu, sebagian besar penderita kelainan ini adalah perempuan belasan tahun dari ras Mongoloid. Luthfi mengungkapkan, pada usia di bawah 10 tahun, anak perempuan dan lelaki memiliki kemungkinan sama menderita skoliosis. Namun, di atas usia 10 tahun, probabilitas wanita dan laki-laki mencapai 7 : 1.

    Ada pula segelintir kasus skoliosis yang dapat dideteksi penyebabnya. Misalnya congenital scoliosis (kelainan bawaan), yaitu tulang belakang tumbuh abnormal sejak lahir. Selain karena sindrom kerdil, salah satu pelecutnya adalah kekurangan asam folat ketika di dalam kandungan. Ada pula skoliosis karena gangguan otot, infeksi, atau tumor.

    Seperti yang dialami Citra Rahimah Amardeka. Gadis 12 tahun ini dideteksi menderita kelainan tulang belakang pada umur tiga tahun. Waktu itu, sudut kemiringannya ”hanya” 30 derajat. Pada usia sembilan tahun, kebengkokan tulang semakin parah: 129 derajat. Fungsi sejumlah organ sudah terganggu akibat tekanan tulang, misalnya katup jantung tidak rapat dan paru tak berfungsi normal, sehingga ia sulit bernapas.

    Baru belakangan diketahui kondisi ini terjadi lantaran ia mengidap tumor neurofibromatosis. Tumor yang menyerang otak ini membengkokkan tulang sehingga setiap tahun tulang Citra bertambah bengkok. Maka, selama tiga tahun, gadis kecil ini terpaksa lima kali masuk kamar bedah untuk menjalani koreksi skoliosis.

    Operasi memang harus perlahan dan bertahap karena pasien cilik ini termasuk yang berisiko tinggi. ”Kalau salah, bisa lumpuh karena menyangkut saraf otak,” kata Eka Kartika Sanur, ibu Citra. Prosesi sebelum operasi pun tak ringan. Citra wajib digips dari dada hingga paha kiri selama sebulan, sehingga bocah ini hanya telentang di tempat tidur. Baru setelah gips dibuka, pen penyangga ditanam di dalam tulangnya.

    Kini kondisi Citra sangat membaik. Meski masih harus sekali lagi dioperasi, siswi kelas I SMP ini sudah berkegiatan normal seperti rekan-rekan sebayanya. Tak boleh beraktivitas fisik ekstrem, memang. Namun Citra sangat suka membaca dan menulis blog.

    Bagaimana dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang mungkin membuat tulang bekerja keras? Luthfi menjelaskan, karena merupakan kelainan, skoliosis tidak disebabkan oleh kebiasaan menggotong beban berat di punggung, gerakan-gerakan olahraga, ataupun posisi berdiri dan tidur yang salah. Orang yang terbiasa menenteng ransel berat, misalnya, akan lebih rentan dihajar osteoporosis—bukan skoliosis. Lain ceritanya jika orang itu sebenarnya memendam potensi skoliosis tapi belum terendus dari awal.

    Deteksi dini memang mujarab mencegah keparahan. Rahyusalim, spesialis ortopedi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengungkapkan cara mengenali kemungkinan skoliosis sejak awal. Pada bayi, saat dimandikan, perhatikan dengan saksama tulang belakangnya. Amati garis lurus di punggung dari titik tengah di antara dua bahu hingga lipatan bokong.

    Pada anak yang sudah bisa berjalan, amati dia saat telanjang dalam keadaan berdiri, duduk, menunduk, dan berjalan. Perhatikan kelurusan dua titik tadi. Apakah saat membungkuk, kedua sisi punggung sama tinggi. Cermati juga apakah ada lipatan di daerah pinggang yang lebih menonjol di salah satu sisi. Lihat juga keseimbangan bahu kiri dan kanan.

    Pada remaja—khususnya wanita—perhatikan apakah saat ia membung-kuk ada tonjolan di punggung. Amati pula keseimbangan posisi dan ukuran payudara kiri dan kanan. Jika ditemukan kejanggalan, segera periksa ke dokter. (tempo)

    KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN TUMOR OTAK

    A. KONSEP DASAR MEDIS
    1. Definisi
    a. Tumor ialah Istilah umum yang mencakup setiap pertumbuhan benigna (jinak) dalam setiap bagian tubuh. Pertmbuhan ini tidak bertujuan, bersifat parasit dan berkembang dengan mengorbankan manusia yang menjadi hospesnya. (Sue Hinchliff, kamus Keperawatan, 1997).
    b. Tumor otak adalah tumor jinak pada selaput otak atau salah satu otak (Rosa Mariono, MA, Standart asuhan Keperawatan St. Carolus, 2000)
    c. Karsinoma otak (maligna) adalah neoplasma yang tumbuh di selaput otak.
    d. Neoplasama ialah sekumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara terbatas, tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh. (Patologi, dr. Achmad Tjarta 1973).

    2. Anatomi Fisiologi

    Susunan saraf adalah sistim yang mengontrol tubuh kita yang terus menerus menerima, menghantarkan dan memproses suatu informasi dan bersama sistim hormon, susunan saraf mengkoordinasikan semua proses fungsional dari berbagai jaringan tubuh, organ dan sistim organ manusia.
    a. Susunan saraf sadar (Voluntary nervous system) mengontrol fungsi yang dikendalikan oleh keinginan atau kemauan kita. Saraf ini mengontrol otot rangka dan menghantarkan impuls sensori ke otak. Melalui saraf ini kita dapat melakukan gerakan aktif dan menyadari keadaan diluar tubuh kita dan secara sadar mengendalikannya.
    b. Susunan saraf otonom/ tak sadar (automatic nervous system) saraf ini menjaga organ tubuh bagian dalam supaya berfungsi dengan baik seperti : hati, paru-paru, jantung dan saluran cerna. Fungsi dasar yang penting bagi kehidupan seperti makan, metabolisme, sirkulasi darah dan pernafasan dikendalikan dengan bantuan susunan saraf otonom. Susunan saraf otonom dibagi menjadi susunan saraf simpatik (menyebabkan tubuh dalam keadaan aktif) dan susunan saraf para simpatik (sistim pengontrol konstruktif dan menyenangkan).
    Serebrum terdiri dari dua hemisfer yaitu kiri dan kanan, empat lobus yaitu:
     Lobus frontal berfungsi mengontrol perilaku individu, membuat keputusan, kepribadian dan menahan diri.
     Lobus parietal merupakan lobus sensori berfungsi menginterpretasikan sensasi, berfungsi mengatur individu mampu mengetahui posisi dan letak bagian tubuhnya.
     Lobus temporal berfungsi menginterpretasikan sensasi kecap, bau, pendengaran dan ingatan jangka pendek.
     Lobus oksipital bertanggung jawab menginterpretasikan penglihatan
    gr. Otak menerima 20% dari curah jantung dam memerlukan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh dan sekitar 400 kilokalori energi setiap harinya. Otak merupakan jaringan yang peling banyak memakai energi dalam seluruh tubuh dan terutama berasal dari proses metabolisme oksidasi glukosa.
    Dan 65% dari kebutuhan glukosa tubuh digunakan untuk metabolisme otak yang mana 90% aerobic dan 10% anairobik. Bila otak tidak mendapat aliran darah selama 3 – 6 menit akan timbul gangguan fungsional dan kerusakan structural secara menetap. Otak berfungsi sebagai pusat integrasi dan koordinasi organ-organ sensorik dan sistim efektor perifer tubuh, sebagai pengatur informasi yang masuk, simpanan pengalaman, impuls yang keluar dan tingkah laku. Dari dalam ke arah luar otak diselubungi oleh tiga lapisan meningen, lapisan pelindung yang paling luar adalah tengkorak. Otak bukan masa yang uniform, melainkan suatu organ yang sangat kompleks. Secara fungsional dan anatomis otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
    a. Batang otak yang menghubungkan medulla spinalis dengan serebrum terdiri dari medulla oblongat, pons dan mesensefalon (otak tengah).
    1. Medulla oblongata adalah bagian otak yang langsung menyambung dengan medulla spinalis. Berkas saraf yang berjalan disini berasal dari serebrum dan berfungsi untuk pergerakan otot rangka.

    Di medulla oblongata berkas ini menyebrang ke sisi yang berlawanan yang disebut jalan/ traktus poramidalis. Itu sebabnya jika kerusakan otak bagian kiri akan menyebabkan kelumpuhan bagian kanan tubuh dan sebaliknya. Selain traktus piramidalis ada kelumpuhan sel-sel saraf yang terdapat di medulla oblongata yakni pusat otot yang mengontrol fungsi vital seperti pernafasan, denyut jantung dan tonus pembuluh darah.
    2. Pons berupa ninti (neucleus). Pons merupakan switch dari jalur yang menghubungkan korteks serebri dan serebllum.
    3. Mesensefalon merupakan bagian otak yang sempit terletak antara medulla oblongata dan diensefalon. Pada mesensefalon terdapat formation retikularis, suatu rangkaian penting yang antara lain mengatur irama tidur dan bantun, mengontrol refleks menelan dan muntah.
    b. Otak kecil (cerebelum)
    Cerebellum terletak dibelakang fossa krenialis dan melekat ke bagian belakang batang otak. Cerebllum berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan mengatur koordinasi gerakan yang diterima dari segmrn posterior medulla spinalis yang memberi informasi tentang keregangan otot dan tanda serta posisi-posisi sendi.
    c. Otak besar (cerebrum)
    Cerebrum adalah bagian otak yang paling besar dan terbagi atas dua belahan yaitu : hemisper kiri dan kanan. Sebagian dari kedua hemisper dipisahkan oleh pistula longitudinal dan sebagian dipersatukan oleh pita serabut saraf yang melebar (korpus kolosum).
    d. Diensefalon

    Dibagi menjadi empat wilayah :
    1. Thalamus
    Thalamus merupakan stasiun pemancar yang menerima impuls ageren dari seluruh tubuh lalu memprosesnya dan meneruskannya ke segmen otak yang lebih tinggi.
    Kapsula interna yang terletak disekitar thalamus berupa berkas saraf penting yang datang dari serebri dan dikompres kedalam rongga yang kecil.
    2. Hipotalamus
    Hypothalamus merupakan pusat pengontrol susunan saraf otonom juga mempengaruhi metabolisme, observasi makanan dan mengatur suhu tubuh, karena letaknya sangat dekat dengan kelenjar pitviteri.
    3. Subtalamus
    Fungsinya belum dapat dimengerti sepenuhnya, tetapi lesi pada subtalamus dapat menimbulkan diskenisia diamatis yang disebut nemibalismus yang ditandai oleh gerakan kaki atau tangan yang terhempas kuat pada satu sis tubuh. Gerakan infontuler biasanya lebih nyata pada tangan dan kaki.
    4. Epitalamus
    Epitalamus dengan sistim limbic dan berperan pada beberapa dorongan emosi dasar dan integrasi informasi olfaktorius.

    Pembuluh darah yang mendarahi otak tardiri dari :
    a. Sepasang pembuluh darah karotis : denyut pembuluh darah besar ini dapat kita raba dileher depan, sebelah kiri dan kanan dibawah mandibula, sepasang pambuluh darah ini setelah masuk ke rongga tengkorak akan bercabang menjadi tiga :
    1. Sebagian menuju ke otak depan (arteri serebri anterior)
    2. Sebagian menuju ke otak belakang (arteri serebri posterior)
    3. Sebagian menuju otak bagian dalam (arteri serebri interior)
    Ketiganya akan saling berhubungan melalui pembuluh darah yang disebut arteri komunikan posterior.

    b. Sepasang pembuluh darah vertebralis : denyut pembuluh darah ini tidak dapat diraba oleh karna kedua pembuluh darah ini menyusup ke bagian samping tulang leher, pembuluh darah ini mendarahi batang otak dan kedua otak kecil, kedua pembuluh darah teersebut akan saling berhubungan pada permukaan otak pembuluh darah yang disebut anastomosis.

    3. Etiologi
    Penyeban tumor otak belum diketahui pasti, tapi dapat diperkirakan karena :
    a. Genetik
    Tumor susunan saraf pusat primer nerupakan komponen besar dari beberapa gangguan yang diturunkan sebagi kondisi autosomal, dominant termasuk sklerasis tuberose, neurofibromatosis.
    b. Kimia dan Virus
    Pada binatang telah ditemukan bahwa karsinogen kimia dan virus menyebabkan terbentuknya neoplasma primer susunan saraf pusat tetapi hubungannya dengan tumor pada manusia masih belum jelas.
    c. Radiasi
    Pada manusia susunan saraf pusat pada masa kanak-kanak menyebablkan terbentuknya neoplasma setelah dewasa.
    d. Trauma
    Trauma yang berulang menyebabkan terjadinya meningioma (neoplasma selaput otak). Pengaruh trauma pada patogenesis neoplasma susunan saraf pusat belum diketahui.

    4. Klasifikasi
    Tipe Kasus Patologi
    Glioma Jumlah ½ tumor otak Tumbuh pada tiap jaringan dari otak. Infiltrasi dari terutama ke jaringan hemisfer cerebral.
    Tumbuh sangat cepat, sebagian orang bias hidup beberapa bulan sampai tahun.
    Meningoma 13 % sampai 18 % tumor primer intracranial Tumbuh dari selaput meningeal otak. Biasanya jinak tapi bisa berubah menjadi maligna. Biasanya berkapsul dan penyembuhan melaui bedah sangat mungkin. Pertumbuhan kembali mungkin
    Tumor Pituitari Tumor pada semua kelompok umur, tapi lebih sering pada wanita. Tumbuh dari berbagai jenis jaringan.
    Pendekatan pembedahan biasanya berhasil. Kekembuhan kembali mungkin.
    Neuroma (Schwannoma, neuro)

    Neuroma akustik sangat sering Tumbuh dari sel-sel Schwann di dalam meatus auditori pada bagian vestibular saraf cranial III. Biasanya jinak bisa berubah menjadi maligna. Akan tmbuh kembali bila tidak terangkat lengkap. Reseksi bedah sukar karena lokasinya.
    Tumor Metastase

    Dari 2 % sampai 20 % penderita kanker terjadi metastase ke otak Sel kanker menjangkau otak lewat sistem sirkulasi. Reaksi bedah sangat sukar, pemgobatan kurang berhasil. Pemulihan dibawah satu tahun atau dua tahun tidak biasa.

    5. Patofisiologi
    Tumor otak menyebabkan gangguan neurologik progresif. Gangguan neurologik pada tumor otak biasanya dianggap disebabkan oleh dua faktor : gangguan fokal disebebkan oleh tumor dan kenaikan tekanan intracranial.
    Gangguan fokal terjadi apabila terdapat penekanan pada jaringan otak, dan infiltrasi atau invasi langsung pada parenkim otak dengan kerusakan jaringan neuron.
    Perubahan suplai darah akibat tekanan yang ditimbulkan tumor yang bertumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak. Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai kehilangan fungsi secara akut dan mungkin dapat dikacaukan dengan gangguan serebrovaskuler primer.
    Serangan kejang sebagai gejala perunahan kepekaan neuron dihubungkan dengan kompesi invasi dan perubahan suplai darah ke jaringan otak. Bebrapa tumor membentuk kista yang juga menekan parenkim otak sekitarnya sehingga memperberat ganggguan neurologist fokal.
    Peningkatan tekanan intrakranial dapat diakibatkan oleh beberapa faktor : bertambahnya massa dalam tengkorak, terbentuknya edema sekitar tumor, dan perubahan sirkulasi cairan serebrospinal.
    Beberapa tumor dapat menyebabkan perdarahan. Obstruksi vena dan edema yang disebabkan oleh kerusakan sawar darah otak, semuanya menimbulkan kenaikan volume intracranial dan meningkatkan tekanan intracranial. Obstruksi sirkulasi cairan serebrospinal dari ventrikel lateral ke ruangan subaraknoid menimbulkan hidrosefalus.
    Peningkatan tekanan intracranial akan membahayakan jiwa. Mekanisme kompensasi memerlukan waktu lama untuk menjadi efektif dan oleh karena itu tak berguna apabila tekanan intrakranial timbul cepat.
    Mekanisme kompensasi ini antara lain bekerja menurunkan volume darah intracranial, volume cairan serebrospinal, kandungan cairan intrasel dan mengurangi sel-sel parenkim, kenaikan tekanan yang tidak diobati mengakibatkan herniasi unkus atau serebelum yang timbul bilagirus medialis lobus temporalis bergeser ke inferior melalui insisura tentorial oleh massa dalam hemisfer otak. Herniasi menekan mesensenfalon, menyebabkan hilangnya kesadaran dan menekan saraf otak ketiga. Kompresi medula oblogata dan henti pernafasan terjadi dengan cepat.
    Perubahan fisiologi lain terjadi akibat peningkatan intracranial yang cepat adalah bradikardia progresif, hipertensi sistemik (pelebaran tekanan nadi), dan gangguan pernafasan.

    6. Tanda dan Gejala
    Tanda dan gejala tumor otak sangat bervariasi, tergantung pada tempat lesi dan kecepatan pertumbuhannya, antara lain :

    • Daerah Otak Tanda dan Gejala
    • Lobus Frontalis Gangguan kepribadian
    • Epilepsi
    • Afasia mototik
    • Hemiparesis
    • Ataksia
    • Gangguan bicara
    • Gangguan gaya berjalan
    • Lobus Oksipitalis Gangguan penglihatan
    • Lobus Temporalis Halusinasi
    • Kejang psikomotor
    • Tinitus (bunyi berdengung atau berdesing)
    • Kesulitan menyebutkan objek
    • Lobus Parietalis Tidak mampu merekam gambar
    • Tidak dapat membedakan mana kiri mana kanan.

    7. Pemeriksaan Diagnostik
    a. Arterigrafi atau Ventricolugram ; untuk mendeteksi kondisi patologi pada sistem ventrikel dan cisterna.
    b. CT – SCAN ; Dasar dalam menentukan diagnosa.
    c. Radiogram ; Memberikan informasi yang sangat berharga mengenai struktur, penebalan dan klasifikasi; posisi kelenjar pinelal yang mengapur; dan posisi selatursika.
    d. Elektroensefalogram (EEG) ; Memberi informasi mengenai perubahan kepekaan neuron.
    e. Ekoensefalogram ; Memberi informasi mengenai pergeseran kandungan intra serebral.
    f. Sidik otak radioaktif ; Memperlihatkan daerah-daerah akumulasi abnormal dari zat radioaktif. Tumor otak mengakibatkan kerusakan sawar darah otak yang menyebabkan akumulasi abnormal zat radioaktif.

    8. Penatalaksanaan Medis
    a. Pembedahan.
    - Craniotomi
    b. Radiotherapi
    Biasanya merupakan kombinasi dari terapi lainnya tapi tidak jarang pula merupakan therapi tunggal.
    Adapun efek samping : kerusakan kulit di sekitarnya, kelelahan, nyeri karena inflamasi pada nervus atau otot pectoralis, radang tenggorkan.
    c. Chemotherapy
    Pemberian obat-obatan anti tumor yang sudah menyebar dalam aliran darah.
    Efek samping : lelah, mual, muntah, hilang nafsu makan, kerontokan membuat, mudah terserang penyakit.
    d. Manipulasi hormonal.
    Biasanya dengan obat golongan tamoxifen untuk tumor yang sudah bermetastase.

    9. Komplikasi
    Adapun komplikasi yang dapat kita temukan pada pasien yang menderita tumor otak ialah :
    a. Gangguan fisik neurologist
    b. Gangguan kognitif
    c. Gangguan tidur dan mood
    d. Disfungsi seksual

    B. KONSEP DASAR KEPERAWATAN
    1. Pengkajian
    a. Pola persepsi kesehatan dan pemeliharaan dan kesehatan
     Riwayat keluarga denga tumor
     Terpapar radiasi berlebih.
     Adanya riwayat masalah visual-hilang ketajaman penglihatan dan diplopia
     Kecanduan Alkohol, perokok berat
     Terjadi perasaan abnormal
     Gangguan kepribadian / halusinasi
    b. Pola nutrisi metabolik
     Riwayat epilepsi
     Nafsu makan hilang
     Adanya mual, muntah selama fase akut
     Kehilangan sensasi pada lidah, pipi dan tenggorokan
     Kesulitan menelan (gangguan pada refleks palatum dan Faringeal)
    c. Pola eliminasi
     Perubahan pola berkemih dan buang air besar (Inkontinensia)
     Bising usus negative
    d. Pola aktifitas dan latihan
     Gangguan tonus otot terjadinya kelemahan otot, gangguan tingkat kesadaran
     Resiko trauma karena epilepsi
     Hamiparase, ataksia
     Gangguan penglihatan
     Merasa mudah lelah, kehilangan sensasi (Hemiplefia)
    e. Pola tidur dan istirahat
     Susah untuk beristirahat dan atau mudah tertidur
    f. Pola persepsi kognitif dan sensori

    •  Pusing
    •  Sakit kepala
    •  Kelemahan
    •  Tinitus
    •  Afasia motorik
    •  Hilangnya rangsangan sensorik kontralateral
    •  Gangguan rasa pengecapan, penciuman dan penglihatan
    •  Penurunan memori, pemecahan masalah
    •  kehilangan kemampuan masuknya rangsang visual
    •  Penurunan kesadaran sampai dengan koma.
    •  Tidak mampu merekam gambar
    •  Tidak mampu membedakan kanan/kiri

    g. Pola persepsi dan konsep diri
     Perasaan tidak berdaya dan putus asa
     Emosi labil dan kesulitan untuk mengekspresikan
    h. Pola peran dan hubungan dengan sesama
     Masalah bicara
     Ketidakmampuan dalam berkomunikasi ( kehilangan komunikasi verbal/ bicara pelo )
    i. Reproduksi dan seksualitas
     Adanya gangguan seksualitas dan penyimpangan seksualitas
     Pengaruh/hubungan penyakit terhadap seksualitas
    j. Pola mekanisme koping dan toleransi terhadap stres
     Adanya perasaan cemas,takut,tidak sabar ataupun marah
     Mekanisme koping yang biasa digunakan
     Perasaan tidak berdaya, putus asa
     Respon emosional klien terhadap status saat ini
     Orang yang membantu dalam pemecahan masalah
     Mudah tersinggung
    k. Sistem kepercayaan
     Agama yang dianut, apakah kegiatan ibadah terganggu

    2. Diagnosa Keperawatan
    DP Pre-Operasi:
    1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah dan tidak nafsu makan / pertumbuhan sel-sel kanker
    2. Nyeri kepala berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker pada otak/mendesak otak.
    3. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan gangguan pergerakan dan kelemahan.
    4. Kerusakan komunikasi verbal yang berhubungan dengan kerusakan sirkulasi serebral.
    5. Gangguan harga diri berhubungan dengan ketergantungan, perubahan peran, perubahan citra diri
    6. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan penanganan penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
    7. Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan

    DP Post-Operasi:
    1. Nyeri yang berhubungan dengan efek dari pembedahan
    2. Gangguan harga diri berhubungan dengan ketergantungan, perubahan peran, perubahan citra diri.
    3. Kurang pengetahuan tentang tumor otak yang berhubungan dengan ketidaktahuan tentang sumber informasi
    4. Kecemasan yang berhubungan dengan penyakit kronis dan masa depan yang tidak pasti.

    3. Rencana Keperawatan
    Dp. Pre-Operasi:
    Dp 1. Nyeri berhubungan dengan proses pertumbuhan sel-sel kanker
    Tujuan : Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Hasil yang diharapkan : Nyeri berkurang sampai dengan hilang
    Rencana Tindakan:
    1. Kaji karakteristik nyeri, lokasi, frekfensi
    R/ mengtahui tingkat nyeri sebagai evaluasi untuk intervensi selanjutnya
    2. Kaji faktor penyebab timbul nyeri (takut , marah, cemas)
    R/ dengan mengetahui faktor penyebab nyeri menentukan tindakan untuk mengurangi nyeri
    3. Ajarkan tehnik relaksasi tarik nafas dalam
    R/ tehnik relaksasi dapat mengatsi rasa nyeri
    4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik
    R/ analgetik efektif untuk mengatasi nyeri

    Dp 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah dan tidak nafsu makan.
    Tujuan : Kebutuhsn nutrisi dapat terpenuhi setelah dilakukan keperawatan
    Hasil yang diharapkan:
    - Nutrisi klien terpenuhi
    - Mual berkurang sampai dengan hilang.
    Rencana tindakan :
    1. Hidangkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dan hangat.
    R/ Makanan yang hangat menambah nafsu makan.
    2. Kaji kebiasaan makan klien.
    R/ Jenis makanan yang disukai akan membantu meningkatkan nafsu makan klien.
    3. Ajarkan teknik relaksasi yaitu tarik napas dalam.
    R/ Tarik nafas dalam membantu untuk merelaksasikan dan mengurangi mual.
    4. Timbang berat badan bila memungkinkan.
    R/ Untuk mengetahui kehilangan berat badan.
    5. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin
    R/ Mencegah kekurangan karena penurunan absorsi vitamin larut dalam lemak

    Dp 3. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan gangguan pergerakan dan kelemahan.
    Tujuan : Gangguan mobilitas fisik teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Kriteria Hasil :
    Pasien mendemonstrasikan tehnik / prilaku yang memungkinkan dilakukannya kembali aktifitas.
    Rencana tindakan :
    1. Kaji derajat mobilisasi pasien dengan menggunakan skala ketergantungan
    ( 0-4 )
    R / : seseorang dalam semua kategori sama-sama mempunyai resiko kecelakaan.
    2. Letakkan pasien pada posisi tertentu untuk menghindari kerusakan karena tekanan.
    R / : Perubahan posisi yang teratur meningkatkan sirkulasi pada seluruh tubuh.
    3. Bantu untuk melakukan rentang gerak
    R / : Mempertahankan mobilisasi dan fungsi sendi
    4. Tingkatkan aktifitas dan partisipasi dalam merawat diri sendiri sesuai kemampuan
    R / : Proeses penyembuhan yang lambat sering kali menyertai trauma kepala, keterlibatan pasien dalam perencanaan dan keberhasilan.
    5. Berikan perawatan kulit dengan cermat, masase dengan pelembab.
    R / : Meningkatkan sirkulasi dan elastisitas kulit

    Dp 4. Kerusakan komunikasi verbal yang berhubungan dengan kerusakan sirkulasi serebral.
    Tujuan : Klien dapat membuat metode komunikasi dimana kebutuhan dapat di ekspresikan
    Kriteria Hasil :
     Mengindikasikan pemahaman tentang masalah komunikasi
     Membuat metode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekspresikan
     Menggunakan sumber-sumber dengan tepat
    Intervensi :
    1. Kaji tipe/derajat disfungsi seperti pasien tidak tampak memahami kata atau mangalami kesulitan berbicara atau membuat pengertian sendiri
    R/ : Membantu menentukan daerah dan derajat kerusakan serebral yang terjadi dan kesulitan pasien dalam bebrapa atau seluruh tahap proses komunikasi.
    2. Perhatikan kesalahan dalam komunikasi dan berikan umpan balik
    R/ : Pasien mungkin kehilangan kemampuan untuk memantau ucapn yang keluar dan tidak menyadari bahwa komunikasi yang diucapkan tidak nyata.
    3. Minta pasien untuk mengikuti perintah sederhana
    R/ : menilai adanya kerusakan motorik
    4. Katakan secara langsung pada pasien, bicara perlahan dan tenang
    R/ : menurunkan kebingungan/ansietas selama proses komunikasi dan respon pada informasi yang lebih banyak pada satu waktu tertentu.

    DP 5. Gangguan harga diri berhubungan dengan ketergantungan, perubahan peran, perubahan citra diri.
    Tujuan : Gangguan harga diri teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Kriteria Hasil : Klien dapat percaya diri dengan keadaan penyakitnya.
    Intervensi:
    1. Kaji respon, reaksi keluarga dan pasien terhadap penyakit dan penanganannya.
    R/: Untuk mempermudah dalam proses pendekatan.
    2. Kaji hubungan antara pasien dan anggota keluarga dekat.
    R/: Support keluarga membantu dalam proses penyembuhan.
    3. Libatkan semua orang terdekat dalam pendidikan dan perencanaan perawatan di rumah.
    R/ : Dapat memudahkan beban terhadap penanganan dan adaptasi di rumah.
    4. Berikan waktu/dengarkan hal-hal yang menjadi keluhan.
    R/: Dukungan yang terus menerus akan memudahkan dalam proses adaptasi.

    DP 6. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan penanganan penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi.
    Tujuan : Pengetahuan pasien bertambah mengenai kondisi dan penanganan penyakit setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Kriteria Hasil : Pasien mengerti penyebab ginjal dan komplikasinya.
    Rencana Keperawatan :
    1. Kaji pemahaman pasien, keluarga mengenai penyebab gagal ginjal dan penanganannya.
    R / : Instruksi dasar untuk penyuluhan lebih lanjut.
    2. Jelaskan fungsi renal dan konsekuensinya sesuai dengan tingkat pemahaman klien.
    R / : Menambah pengetahuan pasien.

    3. Bantu pasien untuk mengidentifikasi cara-cara memahami perubahan akibat penyakit.
    R / : Pasien dapat melihat bahwa kehidupannya tidak harus berubah.

    Dp 7. Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan
    Tujuan : Kecemasan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Hasil yang diharapkan : Kecemasan pasien berkurang
    Rencana Tindakan:
    1. Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien
    R/ pasien kooperatif dalam segala tindakan dan mengurangi kecemasan pasien
    2. Beri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan akan
    ketakutannya
    R/ untuk mengurangi kecemasan
    3. Evaluasi tingkat pemahaman pasien / orang terdekat tentang diagnosa medik
    R/ memberikan informasi yang perlu untuk memilih intervensi yang tepat
    4. Akui rasatakut/ masalah pasien dan dorong mengekspresikan perasaan
    R/ dukungan memampukan pasien memulai membuka/ menerima kenyataan penyakit dan pengobatan

    DP Post Operasi
    DP 1 : Nyeri yang berhubungan dengan efek dari pembedahan.
    Tujuan : Nyeri berkurang sampai hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Kriteria Hasil :
    - Pasien dapat menjalani aktivitas tanpa merasa nyeri
    - Ekspresi wajah rileks
    - Klien mendemonstrasikan ketidaknyamananya hilang
    Rencana Keperawatan :
    1. Kaji tingkat nyeri (lokasi, durasi, intensitas, kualitas) tiap 4 – 6 jam
    R/ : Sebagai indikator awal dalam menentukan intervensi berikutnya
    2. Kaji keadaan umum pasien dan TTV
    R/ : Sebagai indikator awal dalam menentukan intervensi berikutnya
    3. Beri posisi yang menyenangkan bagi pasien
    R/ : Untuk membantu pasien dalam pengontrolan nyeri
    4. Beri waktu istrahat yang banyak dan kurangi pengunjung sesuai keinginan pasien
    R/ : Dapat menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional
    5. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat
    R/ : Membantu dalam penyembuhan pasien

    DP 2. Gangguan harga diri berhubungan dengan ketergantungan, perubahan peran, perubahan citra diri.
    Tujuan : Gangguan harga diri teratasi setelah dilakuakn tindakan keperawatan
    Kriteria Hasil : Klien dapat percaya diri dengan keadaan penyakitnya.
    Rencana keperawatan :
    1. Kaji respon, reaksi keluarga dan pasien terhadap penyakit dan penanganannya.
    R / : Untuk mempermudah dalam proses pendekatan.
    2. Kaji hubungan antara pasien dan anggota keluarga dekat.
    R / : Support keluarga membantu dalam proses penyembuhan.
    3. Libatkan semua orang terdekat dalam pendidikan dan perencanaan perawatan di rumah.
    R / : Dapat memudahkan beban terhadap penanganan dan adaptasi di rumah.
    4. Berikan waktu/dengarkan hal-hal yang menjadi keluhan.
    R / : Dukungan yang terus menerus akan memudahkan dalam proses adaptasi.

    DP 3. Kurang pengetahuan tentang tumor otak yang berhubungan dengan ketidaktahuan tentang sumber informasi
    Tujuan : Informasi tentang perawatan diri dan status nutrisi dipahami setalah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam
    Sasaran :
    - Klien menyatakan pemahaman tentang informasi yang diberikan
    - Klien menyatakan kesadaran dan merencanakan perubahan pola perawatan diri
    Intervensi :
    1. Kaji tingkat pengetahuan pasien
    R/ : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dalam penerimaan informasi, sehingga dapat memberikan informasi secara tepat
    2. Diskusikan hubungan tentang agen penyebab terhadap penyakit Ca. Paru
    R/ : Memberikan pemahaman kepada pasien tentang hal-hal yang menjadi pencetus penyakit
    3. Jelaskan tanda dan gejala perforasi
    R/ : Gejala perforasi adalah nyeri pada dada
    4. Jelaskan pentingnya lingkungan tanpa stress
    R/ : Untuk mencegah peningkatan stimulasi simpatis
    5. Diskusikan tentang metode pelaksanaan stress
    R/ : Cara penatalaksanaan stress : relaksasi, latihan dan pengobatan

    DP 4 Kecemasan yang berhubungan dengan penyakit kronis dan masa depan yang tidak pasti.
    Tujuan : Kecemaskan dapat diminimalkan setelah dilakukan tindakan keperawatan
    Kriteria Hasil : Kecemasan berkurang.
    Intervensi :
    1. Mendengarkan keluhan klien dengan sabar.
    R / : Menghadapi isu pasien dan perlu dijelaskan dan membuka cara penyelesaiannya.
    2. Menjawab pertanyaan klien dan keluarga dengan ramah.
    R / : Membuat pasien yakin dan percaya.
    3. Mendorong klien dan keluarga mencurahkan isi hati.
    R / : Membuat kepercayaan dan menurunkan kesalahan persepsi.
    4. Menggunakan teknik komunikasi terapeutik.
    R / : Menjalin hubungan saling percaya pasien.
    5. Berikan kenyamanan fisik pasien.
    R / : Ini sulit untuk menerima dengan isu emosi bila pengalaman ekstrem/ketidaknyamanan fisik menetap.

    Referensi:

    A.K. Muda, Ahmad, (2003). Kamus Lengkap Kedokteran.Edisi Revisi. Jakarta : Gitamedia Press.

    Juall Carpenito, lynda RN,(1999).Diagnosa dan Rencana Keperawatan. Ed 3. Jakarta : Media Aesculappius.

    Purnawan Ajunadi, Atiek S.seomasto, Husna Ametz,(1982). Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculapius.Fakultas Kedokteran : UI.

    Syaifuddin.(1997). Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC).

    Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : Penerbit Kedokteran (EGC)