Obat Diabetes Meningkatkan Risiko Stroke

New York: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) mengindikasi bahwa pengembangan obat diabetes memiliki efek buruk pada jantung. Temuan ini berasal dari Kardiolog Klinik Cleveland, Dr. Steven Nissen, yang mengkaji obat diabetes dua tahun lalu. Hasilnya, Nissen mendapati adanya hubungan antara risiko penyakit jantung dan obat diabetes.

Lebih lanjut, penderita diabetes tidak dapat menyerap karbohidrat dengan baik, karena tubuh mereka tidak mampu memproduksi insulin atau bahkan resisten terhadap insulin. Setelah menahun, mereka berisiko tinggi serangan jantung, ginjal, kebutaan dan komplikasi serius lainnya.

Adapun, serangan jantung merupakan penyebab utama kematian penderita diabetes. Hal ini bakal terjadi ketika pengobatan seperti suntik insulin atau pil metformin, tidak mengindahkan penderita yang memiliki masalah jantung.

Sementara, Kepala Divisi Pengawas Obat Diabetes FDA, Dr Mary Parks, mengatakan, Badan Pengawas sedang memproses panduan baru yang telah disetujui untuk obat baru diabetes. "Semakin banyak kami tahu tentang keamanan suatu obat, maka itu lebih baik bagi dokter untuk membuat keputusan," kata Parks, seperti dilansir Yahoo News baru-baru ini. Parks juga memastikan bahwa FDA akan menerapkan Kebijakan standar lebih ketat untuk pengujian obat diabetes.

Hal itu sejalan dengan Nissen, "idenya adalah tidak membuat standar yang tinggi, dan menekan inovasi baru dalam pengembangan obat, namun memastikan klinik memiliki informasi yang mereka butuhkan."

Biasanya dalam studi, orang yang dipilih buat menguji obat kerapkali lebih muda dan sehat ketimbang pasien yang betul-betul membutuhkan obat. Badan Pengawas menginginkan, obat harus diuji kepada pasien yang berisiko tinggi, seperti orang tua, atau mereka yang menderita diabetes parah dan bermasalah ginjalnya. Studi juga harus dilakukan lebih panjang, agar tampak dampaknya secara bertahap terhadap peningkatan tekanan darah.

Kini, sekitar 23 juta orang di Amerika mengidap diabetes tipe dua, yang dianggap sebagai wabah di kalangan dewasa, dan bahkan remaja juga anak-anak.(Y!News)